Apa yang Harus Dilakukan Saat Bertemu dengan Konvoi Pejabat di Jalan?

Kompas.com - 26/07/2022, 12:02 WIB
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Video viral memperlihatkan pengemudi mobil kesal karena dihalangi-halangi rombongan pengawal mantan wakil presiden di pengujung Jalan Layang Antasari, Jakarta Selatan.

Sang pengemudi, yaitu Francine Widjojo, menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (24/7/2022) malam. Lokasi kejadiannya berdekatan dengan kantor wali kota Jakarta Selatan.

"Saya melintas di lajur kiri yang kosong, tetiba dipepet mobil pengawal belakang (nopol 6702-V) hingga mobil saya mengarah kiri mendekati beton pagar," tulis Francine di Twitter, dikutip pada Selasa (26/7/2022).

Baca juga: Penjualan Mobil Merek Korsel Tumbuh Perlahan di Indonesia

 

"Karena terancam menabrak beton, saya bunyikan klakson panjang. Mobil pengawal belakang kembali ke lajur kanan sehingga saya melintas di lajur kiri," tulis dia.

"Setelah turunan, mobil saya melambat di antrian lampu merah seberang Walikota Jaksel. Rombongan melintas dari kiri dan mobil pengawal belakang buka kaca (tanpa mengenakan masker) lalu teriak “Minggir lo!”," ungkapnya.

Pemerhati masalah transportasi Budiyanto mengatakan, pengawalan mantan pejabat tinggi memang diatur dalam undang-undang sehingga masyarakat mesti mengalah di jalan untuk kepentingan bersama.

Baca juga: Penjualan Mobil Merek Korsel Tumbuh Perlahan di Indonesia

Iring-iringan kendaraan pasukan pengawal presiden menepi saat memberi jalan ambulans di Samarinda, Kaltim, Selasa (24/8/2021). Istimewa Iring-iringan kendaraan pasukan pengawal presiden menepi saat memberi jalan ambulans di Samarinda, Kaltim, Selasa (24/8/2021).

"Dalam UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) No 22 Tahun 2009 Pasal 134 diatur tentang pengguna jalan yang memperoleh hak utama," kata Budiyanto kepada Kompas.com, Selasa (26/7/2022).

"Konvoi dan rombongan mantan wakil presiden yang mendapatkan pengawalan resmi, termasuk pengguna jalan yang memperoleh hak utama berhak untuk mendapatkan prioritas kelancaran dan pengguna jalan wajib memberikan prioritas kesempatan," ungkap dia.

Namun demikian, mantan Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya mengatakan, pengawal rombongan harusnya tetap memperhatikan psikologi pengemudi di jalan raya sehingga tidak terkesan arogan.

Baca juga: Sepeda Listrik Tak Boleh di Jalan Raya, Davigo Pasrah

Ambulans melaju melewati bangunan yang terbakar di Kharkiv, Ukraina timur, 2 April 2022. Dalam lanjutan perang Rusia vs Ukraina terkini, pihak Kyiv mengatakan bahwa pasukan Moskwa mundur dari wilayah sekitar ibu kota dan Chernihiv.AFP/FADEL SENNA Ambulans melaju melewati bangunan yang terbakar di Kharkiv, Ukraina timur, 2 April 2022. Dalam lanjutan perang Rusia vs Ukraina terkini, pihak Kyiv mengatakan bahwa pasukan Moskwa mundur dari wilayah sekitar ibu kota dan Chernihiv.

"Bagi pengawal yang perlu diperhatikan pada saat memerintahkan pengguna jalan lain untuk pelan-pelan atau menepi atau minggir dan sebagainya tetap memperhatikan masalah etika dan tata cara pengawalan," kata dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.