Kebiasaan Buruk yang Bikin Power Steering Cepat Rusak

Kompas.com - 22/07/2022, 19:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Power steering mulai menjadi salah satu fitur standar pada mobil zaman sekarang. Adanya fitur ini dapat membantu meringankan putaran setir kemudi. Sehingga, dapat meningkatkan kenyamanan berkendara.

Sistem power steering juga memerlukan perawatan agar tetap dapat bekerja secara optimal. Agar tidak salah dalam merawatnya, pemilik kendaraan juga perlu mengetahui hal-hal apa saja yang membuatnya cepat rusak.

Pertama, tidak teratur dalam mengganti cairan power steering. Setiap cairan yang ada pada mobil sebaiknya diganti secara rutin, termasuk cairan power steering.

Baca juga: Ingat, Begini Teknik Putar Setir Mobil yang Benar

Ketentuannya sudah dicantumkan dalam buku panduan servis mobil, terkait kapan sebaiknya waktu yang tepat cairan power steering diganti dengan yang baru.

Posisi pompa power steering yang tersembunyi. Saat mengalami kerusakan, biaya penggantian cukup mahal.Otomania-Donny Apriliananda Posisi pompa power steering yang tersembunyi. Saat mengalami kerusakan, biaya penggantian cukup mahal.

"Untuk HPS (Hydraulic Power Steering), tentu cairannya sangat berpengaruh. Disarankan tiap 40.000 KM, cairan power steering diganti yang baru," ujar Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Kedua, tekanan udara pada ban yang tidak sesuai standar juga bisa mempengaruhi kinerja power steering. Sebab, ban termasuk ke dalam sistem tersebut.

Baca juga: Jangan Kebiasaan Putar Setir Mobil Sampai Mentok

"Jika tekanan udara pada ban rendah, gesekan antara ban mobil dengan aspal jalan akan lebih besar. Sebaliknya, jika tekanan ban sesuai maka kontak atau gesekan ban mobil dengan aspal akan mengecil. Sehingga kerja power steering juga lebih ringan," kata Bambang.

Tabung power steering pada kendaraan sering kali menjadi awal mula masalah power steering.Setyo Adi/Otomania Tabung power steering pada kendaraan sering kali menjadi awal mula masalah power steering.

Ketiga, sering melibas genangan air yang tinggi atau banjir juga mempengaruhi usia power steering. Jika tidak terpaksa, sebaiknya cari jalan lain.

"Asalkan silnya tidak rusak, maka tidak masalah lewati banjir. Tapi kalau silnya rusak, tentu akan berefek buruk," ujar Bambang.

Ilustrasi reservoir oli power steeringGRIDOTO.com/RYAN FASHA Ilustrasi reservoir oli power steering

Air berisiko masuk ke dalam rack steer dan bisa mengakibatkan bagian tersebut mengalami korosi. Kerusakan akan terjadi ketika karat tersebut masuk dan bersirkulasi melalui pompa atau kompresor power steering.

Terakhir, yang juga sangat mempengaruhi adalah cara mengemudi yang sembarangan. Menurut Bambang, jika tidak pelan-pelan atau berhati-hati saat melewati jalan yang rusak, bisa membuat celah rack steer menjadi besar dan membuat power steering tidak optimal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.