Pakai Ban Donat untuk Mobil Harian, Rawan Pecah

Kompas.com - 17/07/2022, 09:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Modifikasi mobil di Indonesia banyak dijumpai dengan beragam aliran, salah satunya adalah gaya racing retro.

Biasanya, modifikasi mobil dengan aliran tersebut tampilan ban mobil dibuat tampak bak donat.

Istilah ban donat sendiri merupakan kondisi di mana ban yang Istilah ini merupakan kondisi ban yang terlihat seperti donat karena ukurannya yang lebih besar daripada ukuran pelek.

Lalu, apa efeknya jika memakai ban donat untuk digunakan harian?

Baca juga: Tuksedo Studio Ramaikan JVWF 2022 dengan Replika Porsche Legendaris

On Vehicle Test Manager PT Gajah Tunggal Tbk Zulpata Zainal mengatakan, penggunaan ban donat sebetulnya sah-sah saja. Tetapi tidak disarankan untuk digunakan sehari-hari.

“Pemakaian rim yang lebih lebar dari semestinya, hingga bagian samping ban tertarik, menimbulkan bentuk lebih gembung di bagian samping ban. Ini tidak disarankan untuk dipakai sehari-hari,” ucap Zulpata kepada Kompas.com, Jumat (15/7/2022).

Ilustrasi ban pecah.Shutterstock Ilustrasi ban pecah.

Menurut Zulpata, ban yang digunakan tidak sesuai ukurannya berpotensi untuk merusak ban tersebut.

“Bagian samping ban yang ditarik paksa akan mengalami kelelahan atau fatigue yang berlebihan. Kondisi parahnya bagian tersebut akan rusak atau benangnya putus,” katanya.

Jika hal tersebut terjadi, maka fungsi ban untuk meredam getaran pada mobil tidak akan optimal lagi. Efeknya, ban mobil menjadi rawan pecah karena ada beberapa bagian ban yang tidak kuat menahan tekanan udara.

Baca juga: Pilihan Baru Lampu LED Motor yang Bisa Diaplikasi Arus AC dan DC

Zulpata menambahkan, untuk ukuran ban sebenarnya sudah ada aturannya. Untuk pelek dengan lebar tertentu harus sesuai dengan ukuran bannya.

Termasuk juga untuk model ban yang dimodif dengan camber negatif. Hal itu akan membuat ban aus tidak merata.

“Kalau mau seperti itu tidak apa-apa. Tapi siap-siap ada fungsi lain yang dikorbankan. Untuk style atau gaya bisa mengorbankan kenyamanan dan juga risiko aus ban yang tidak merata,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.