Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penjualan Motor Suzuki Merosot Selama Pandemi

Kompas.com - 08/07/2022, 16:25 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 memukul penjualan sepeda motor Suzuki di Indonesia. Selama dua tahun, Suzuki berjuang untuk mengembalikan pasar yang merosot imbas penyebaran virus.

Teuku Agha Sales & Marketing 2W Department Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), mengatakan, pada 2019 atau setahun sebelum pandemi penjualan wholesales berkisar 70.000 unit per tahun.

Catatan pada 2019 itu kemudian langsung merosot jauh ketika pandemi tahun pertama pada 2020.

Baca juga: Sering Pakai Pertalite, Mobil Bisa Kehilangan Garansi

Suzuki Satria F150Dok. SIS Suzuki Satria F150

"2020 itu sekitar 28.000 unit. Tahun lalu (2021) sekitar 18.000 unit, kalau data retail lebih besar sekitar 20.000 unit ke atas," ujar Agha kepada Kompas.com, Jumat (8/7/2020).

Agha mengatakan merosotnya penjualan dikarenakan operasional pabrik serta aktivitas penjualan yang terganggu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk mencegah penularan virus.

"Karena Covid-19, operasional kita terganggu karena dari penjualan tidak bisa operasional dan dari pabrik juga tidak bisa operasional. Sempat tidak aktif tiga bulan jadi memang sulit," kata dia.

Menurut Agha, kondisi ini perlahan mulai membaik pada 2022. Sampai dengan semester pertama tahun ini penjualan Suzuki kembali meningkat.

"Tahun 2022 ini naik 63 persen (dari 2021)," kata dia.

Baca juga: Jadwal Ganti Drive Belt Mobil Setiap 40.000 Km atau jika Sudah Retak?

Suzuki Nex IIFoto: Suzuki Suzuki Nex II

"Tahun ini Covid sudah bisa dikendalikan dan kita sudah tahu cara antisipasinya, jadi bisa lebih bagus dari operasional," kata dia.

Agha mengatakan, saat ini tulang punggung penjualan Suzuki berada di segmen sport. Meski tidak menyebut berapa penjualannya secara detail.

"Paling besar penjualan tetap sport (GSX), kemudian Satria, matik 110cc (entry level)," kata Agha.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.