Bukan Kendaraan Pribadi, Ini Peruntukan Lampu Rotator Berdasakan Warna

Kompas.com - 10/06/2022, 12:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Strobo atau rotator bukanlah aksesori yang bisa digunakan sembarangan. Berdasarkan aturan, hanya kendaraan tertentu yang boleh mengaplikasi.

Secara teknis, ada tiga warna rotator yang juga digunakan sebagai penanda dari kendaraan prioritas, yakni biru, merah, dan kuning. 

Meski begitu, faktanya sejumlah pemilik mobil pribadi tetap memasang lampu strobo yang digunakan untuk kepentingan tak sesuai aturan, contoh seperti konvoi atau touring. 

Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, para pengguna mobil pribadi yang menggunakan rotator melanggar aturan keselamatan. 

Baca juga: Wajib Tahu, Ini Aturan Rotasi Ban Mobil


"Secara etika, memang melanggar aturan keselamatan lalu lintas, tetapi sebaiknya sebagai pengguna jalan sebisa mungkin menghindari konflik," ucapnya kepada Kompas.com, Kamis (9/6/2022). 

Berdasarakan Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 59 ayat 5, dijelaskan mengenai peruntukkan lampu strobo bersama arti warna, lampu isyarat dan sirine, yakni ;

  1. Lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk mobil petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia;
  2. Lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk mobil tahanan pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah dan jenazah; dan,
  3. Lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk mobil tahanan pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah dan jenazah; dan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek kendaraan, dan angkutan barang khusus. 

Baca juga: Wajib Tahu, Ini Aturan Rotasi Ban Mobil

Ilustrasi lampu rotator sirene kendaraanpolicefoundation.org Ilustrasi lampu rotator sirene kendaraan

Selain itu, disebutkan juga bagi pengemudi yang nekat memasang strobo pada kendaraan pribadi, maka harus siap menanggung sanksi denda sesuai Pasal 287 Ayat 4 UU No 22 Tahun 2009, dengan bunyi;

"Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar ketentuan mengenai penggunaan atau hak utama bagi Kendaraan menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, Pasal 106 ayat (4) huruf f, atau Pasal 134 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (Dua ratus lima puluh ribu rupiah)."

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.