Kompas.com - 21/05/2022, 10:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Makan dan minum di dalam mobil berpotensi membuat kotor kabin. Apalagi, jika sampai remah-remah makanan atau minuman tumpah ke jok.

Bagi mobil yang menggunakan jok kulit, mungkin membersihkannya tidak terlalu sulit. Berbeda dengan mobil yang joknya masih menggunakan lapisan luar material fabric atau kain.

Sebab, material fabric memiliki pori-pori yang lebih besar dibandingkan bahan kulit. Untuk itu, cara membersihkannya juga tidak bisa disamakan.

Baca juga: Cara Mudah dan Murah Rawat Jok Motor Kulit, Cukup Modal Lotion

Saat membersihkan jok yang diselimuti material fabric, jangan asal menyikatnya dan menggunakan detergen. Jika tidak bersih dan air yang digunakan terlalu banyak, malah bisa masuk ke dalam busa jok dan jadi lembab.

Bahan fabric kembali diincar untuk mendukung tampilan klasik standar pabrikan.Foto: Java Seat Bahan fabric kembali diincar untuk mendukung tampilan klasik standar pabrikan.

“Sikatnya pakai yang halus, bisa rusak permukaan fabric nya kalau pakai yang kasar. Sabunnya juga jangan pakai detergen, kurang bersih hasilnya karena tidak sesuai peruntukkannya,” ucap Ario Hadi, Operation Manager Autospa di Bekasi, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Jangan gunakan air terlalu banyak saat membersihkan jok. Selain itu, disarankan juga untuk menggunakan sabun pembersih khusus interior mobil.

Ario menambahkan, setelah jok dari bahan fabric dibersihkan, jangan lupa untuk mengeringkannya. Caranya, bisa diangin-anginkan atau pakai mesin pengering.

Baca juga: Bawa Anak Kecil di Mobil, Jangan Biarkan Duduk di Jok Depan

Untuk mencegah busa jok menjadi basah, ada cara lain yaitu dengan melepas lapisan fabric dan dicuci menggunakan mesin secara terpisah. Namun pengerjaannya harus dilakukan oleh bengkel spesialis interior. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa jok fabric lebih sulit dibersihkan.

Ilustrasi material jok berbahan Fabricstanly Ilustrasi material jok berbahan Fabric

Edy, pemilik dari bengkel spesialis interior Vertue Concept, mengatakan, salah satu alasan bahan fabric lebih sulit dibersihkan, yaitu harus bongkar dulu lapisannya.

"Karena bahannya mudah tembus air. Hal itu dilakukan untuk menghindari busa jadi basah dan bisa ada bakterinya,” kata Edy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.