Kompas.com - 21/05/2022, 09:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Vapor lock menjadi istilah yang sudah tidak asing lagi bagi pemilik mobil. Istilah tersebut berkaitan dengan permasalahan pada sistem pengereman mobil.

Sistem pengereman sendiri jadi salah satu bagian vital dalam sebuah kendaraan. Maka dari itu seluruh komponen sistem pengereman harus optimal.

Baca juga: Sopir Bus Maut di Tol Sumo Ketiduran Selama 2 Menit, Ini Bahaya Deep Sleep

Vapor lock sendiri adalah salah satu penyakit yang mendera kendaraan roda empat karena uap air pada selang minyak rem. Uap air tersebut membuat kerja rem tidak bisa optimal dan terasa seperti rem blong.


Didi Ahadi selaku Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor memaparkan jika kondisi vapor lock dapat dipicu karena peningkatan suhu pada minyak rem yang menyebabkannya mendidih. Saat mendidih timbul uap air yang mengganggu kinerja rem.

"Jika mengerem terus menerus tanpa henti misal di turunan curam, kaliper akan panas dan transfer panas ke minyak rem sehingga minyak rem mendidih," kata Didi kepada Kompas.com.

Rem mobil matikStanly/Otomania Rem mobil matik

Jika minyak rem mendidih akan menimbulkan uap air pada selang minyak, maka kerja rem akan tidak optimal.

Pada dasarnya minyak rem memiliki titik didih tertentu ditandai dengan tanda standar seperti DOT 3, DOT 4, dan sebagainya. Makin tinggi angkanya, makin tinggi titik didihnya.

“Pada kondisi yang mengharuskan mengerem terus menerus, perlu dibantu dengan engine brake untuk memperlambat laju kendaraan. Jangan hanya menggantungkan tugas pada rem saja,” kata Didi.

Baca juga: Pentingnya Cek Spesifikasi untuk Hindari Masalah Pecah Ban

Dengan menggunakan engine brake kerja rem jadi tidak terlalu berat sehingga tidak akan timbul panas.

Selain itu, Didi juga menghimbau agar memakai minyak rem sesuai spesifikasi kendaraan masing-masing. Dan harus rutin untuk memeriksa kondisi minyak rem juga menggantinya secara berkala sesuai jangka waktu yang dianjurkan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.