Viral Pria Mengaku Anggota Polresta Bogor, Begini Cara Membedakan Polisi Asli dan Gadungan

Kompas.com - 14/05/2022, 08:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pria yang mengaku sebagai anggota polisi satuan Polresta Bogor, Kota, Jawa Barat, baru-baru ini viral di media sosial.

Kejadian tersebut diunggah oleh akun Tiktok bernama @alfonsokenny. Dalam rekaman itu, terlihat pria tersebut bergaya bak anggota dengan jaket bertuliskan polisi di bagian belakang lengkap dengan sebuah HT.

Pria tersebut juga mengendarai sepeda motor jenis Nmax yang didesain mirip dengan kendaraan patroli.

Baca juga: 3 Cara Jaga Performa Mobil Agar Tak Menurun Saat Cuaca Panas

Dari hasil pemeriksaan Satlantas Polres Bogor, pria yang diketahui berinisial HZ itu merupakan seorang mahasiswa.

“Iya benar, tadi ada satu orang yang kita amankan karena mengaku-ngaku sebagai anggota Polri. Kejadiannya tadi di Puncak,” kata Kasat Lantas Polres Bogor AKP Dicky Pranata, Kamis (12/5/2022).

Dicky mengatakan HZ kerap menggunakan atribut mirip polisi untuk memberikan pengawalan. Sementara itu, polisi belum menemukan indikasi tersangka mengaku-aku sebagai polisi untuk menilang.

@alfonsokenny Tercyduk ngaku-ngaku sebagai anggota Polres Bogor Kota.. haduh diliat-liat jaman skrg makin kesini malah makin kesana ???? #fyp #fyp? #viralindonesia #gipol ? suara asli - GLADIATOR FIGHTER

“Kami lihat tidak ada mengarah ke sana (penilangan), dari pengakuannya lebih kepada mengaku-aku polisi dan melakukan pengawalan. Sering dia itu melakukan pengawalan,” ucapnya.

Guna menghindari kejadian seperti ini, ada baiknya masyarakat paham bagaimana cara membedakan petugas kepolisian asli dan gadungan.

  • Biasanya Tidak Sendiri

Pemerhati masalah transportasi yang juga merupakan mantan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Budiyanto mengatakan, pada kegiatan resmi semisal razia, biasanya dipimpin oleh seorang perwira atau yang dituakan (tidak sendiri).

“Apabila ada petugas yang menyendiri waktu bertugas sendiri tidak ada teman lain dan pemimpin di lapangan, tanyakan saja dari instansi atau kesatuan mana berikut tanya ada surat perintahnya ada atau tidak,” ucap Budiyanto saat dihubungi Kompas.com, Jumat (13/5/2022).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.