Kenapa Daimler Tidak Bawa Ecitaro ke Indonesia?

Kompas.com - 10/05/2022, 11:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran bus listrik merek China di Indonesia sudah ada sejak 2019. Merek-merek seperti BYD, Higer, Skywell, Zhongtong dan masih banyak lagi.

Bahkan dua merek bus sudah diuji coba oleh Transjakarta untuk jadi armadanya yakni BYD dan Higer. BYD pun sudah digunakan sebagai 30 armada bus listrik pertama Transjakarta yang beroperasi.

Untuk merek eropa seperti Mercedes Benz, sampai saat ini belum merilis bus listrik untuk pasar Indonesia. Padahal di Eropa, Mercedes Benz punya Ecitaro, bus listrik perkotaan dengan model low entry.

Baca juga: Karoseri Laksana Sebut Aturan Bus Listrik Belum Memihak Industri Lokal

Mercedes-Benz eCitaro mit vollelektrischem Antrieb, Exterieur, anthrazit metallic, 2 x elektrischer Radnabenmotor, 2 x 125 kW, 2 x 485 Nm, LED-Scheinwerfer, Länge/Breite/Höhe: 12.135/2.550/3.400 mm, Beförderungskapazität: 1/86. 

Mercedes-Benz eCitaro with all-electric drive, exterior, anthracite metallic, 2 x electric hub motor, 2 x 125 kW, 2 x 485 Nm, LED headlamps, length/width/height: 12135/2550/3400 mm, passenger capacity: 1/86. Daimler AG - Product Communicati Mercedes-Benz eCitaro mit vollelektrischem Antrieb, Exterieur, anthrazit metallic, 2 x elektrischer Radnabenmotor, 2 x 125 kW, 2 x 485 Nm, LED-Scheinwerfer, Länge/Breite/Höhe: 12.135/2.550/3.400 mm, Beförderungskapazität: 1/86. Mercedes-Benz eCitaro with all-electric drive, exterior, anthracite metallic, 2 x electric hub motor, 2 x 125 kW, 2 x 485 Nm, LED headlamps, length/width/height: 12135/2550/3400 mm, passenger capacity: 1/86.

Lalu mengapa model Ecitaro ini tidak diluncurkan di Indonesia?

Jung-Woo Park, President Director PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) mengatakan, mengenai Ecitaro di Indonesia masih belum bisa dirilis karena perbedaan spesifikasi.

"Saya kira ini tentang kesiapan produk, kita belum bisa membawa Ecitaro ke Jakarta karena regulasi dan spesifikasi lainnya yang berbeda dengan di eropa. Makanya kita siap menghadirkan echasis," ucapnya di Jakarta belum lama ini.

Baca juga: Video Truk Berhenti karena Pengemudi Tidur, Bikin Macet Jalan Raya


Echasis sendiri adalah prototipe sasis bus listrik untuk pasar Indonesia. Nantinya sasis tersebut akan dipasangkan dengan bodi buatan karoseri di Indonesia dan direncanakan mulai dijual pada semester kedua 2023.

"Dibanding brand China, kita memang terlambat, tapi saya percaya kita punya kualitas yang bagus, produk yang bagus dengan advanced safety system. Saya kira kita bisa pimpin pasar walau sudah ada merek China," kata Jung-Woo.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.