Kompas.com - 09/05/2022, 06:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah dua tahun dilarang, akhirnya 2022 ini pemerintah mengizinkan masyarakat untuk melakukan mudik. Banyak yang menggunakan mobil pribadi untuk kembali ke kampung halaman.

Lebaran sudah berlalu dan sebagian pemudik juga terlihat sudah balik ke daerah domisilinya. Agar performa mobil tetap terjaga, disarankan untuk mengecek kondisinya, seperti bagian kaki-kaki.

Kaki-kaki menjadi salah satu bagian yang paling vital pada mobil. Sebab, sektor inilah yang akan menentukan keamanan dan kenyamanan saat berkendara.

Baca juga: Update Lalu Lintas yang Dialihkan pada Arus Balik Lebaran 2022

Apalagi, setelah dipakai untuk mudik menempuh perjalanan yang jauh. Ditambah dengan waktu tempuh yang cukup lama, sehingga bagian kaki-kaki jadi sektor yang kerjanya cukup berat.

Sejumlah kendaraan mengantre untuk naik ke atas kapal di Pelabuhan Merak, Banten, Jumat (29/4/2022). Dalam puncak arus mudik di Pelabuhan Merak, ribuan kendaraan terjebak kemacetan hingga Cilegon Barat atau sekitar 10 km baik di jalur tol maupun jalur jalan arteri. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay.Akbar Nugroho Gumay Sejumlah kendaraan mengantre untuk naik ke atas kapal di Pelabuhan Merak, Banten, Jumat (29/4/2022). Dalam puncak arus mudik di Pelabuhan Merak, ribuan kendaraan terjebak kemacetan hingga Cilegon Barat atau sekitar 10 km baik di jalur tol maupun jalur jalan arteri. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay.

Maka itu, untuk memastikan kenyamanan saat mobil akan digunakan kembali untuk berkendara sehari-hari, penting untuk melakukan pengecekan pada sektor kaki-kaki.

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna mengatakan, pengecekan terhadap roda memang cukup jarang diperhatiakn. Biasanya, bila tidak ada masalah, pemilik mobil akan menghiraukan kondisi tersebut.

Padahal, dengan melakukan pengecekan lebih awal bisa mencegah kerusakan yang lebih parah.

“Akibat perjalanan jauh dengan melewati ragam medan, bisa saja membuat masalah pada kaki-kaki seperti terjadi pergeseran sehingga roda tak normal seperti semula. Kondisi ini tentu membuat mobil menjadi tidak nyaman dikendarai, karena itu baiknya diberikan perhatian lebih sebelum mobil kembali digunakan,” ujar Suparna, saat dihubungi Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Arus Balik, Daftar Harga Tiket Bus Probolinggo – Jakarta

Suparna menambahkan, sebaiknya pemilik mobil melakukan servis berkala khusus untuk kaki-kaki. Perawatannya cukup dengan melakukan spooring dan balancing roda.

Ilustrasi bengkel kaki-kaki mobil alternatif KompasOtomotif Ilustrasi bengkel kaki-kaki mobil alternatif

Mobil yang sudah harus dilakukan spooring biasanya akan muncul tanda seperti kemudi yang menyimpang ke salah satu sisi, padahal kondisi setir diarahkan lurus ke depan. Hal ini lantaran setelah toe in out serta chamber dan caster-nya telah bergesera atau berubah dari posisi standar,” kata Suparna.

Jika penyakit tersebut didiamkan, tentunya akan semakin parah. Kemudi bukan hanya terasa tertarik ke suatu sisi tertentu, tapi akan diikuti juga dengan getaran saat mobil dikendarai. Bahkan, kemudi juga terasa berat.

Cek kondisi kaki-kaki mobilSIS Cek kondisi kaki-kaki mobil

“Pergeseran komponen pada posisi roda biasanya disebabkan beberapa hal. Mulai dari mobil terlalu sering berjalan di medan bergelombang atau rusak, menghantam lobang dalam kecepatan tinggi, atau karena memang sudah faktor usia,” ujar Suparna.

Proses spooring biasanya akan diikuti dengan balancing. Menurut Suparna, memang tidak ada patokan khusus kapan mobil harus di spooring dan balancing. Namun, untuk menjaga kenyamanaan, maksimal melakukan satu kali dalam setahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.