Uji Jalan Solar B40 Direncanakan Mulai Tahun Ini

Kompas.com - 21/04/2022, 08:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia menyatakan keputusan teknis terkait penggunaan bahan bakar biodiesel, yakni solar dengan campuran minyak sawit 40 persen atau B40 masih terus digodok dengan pemerintah.

Namun, sebagaimana dikatakan Ketua Harian Aprobi Paulus Tjakrawan, rencananya uji jalan B40 akan dilaksanakan pada tahun ini. Tapi, ia tak merinci detil waktu pelaksanaannya.

"Secara teknisnya masih belum ada keputusan seperti apa. Diharapkan sih tahun ini sudah ada uji performa dan uji jalan," katanya, Selasa (19/4/2022).

Baca juga: ETLE di Jalan Tol Tetap Berlaku Selama Mudik 2022, Catat Lokasinya

Mobil Nissan All-New NP300 Navara melewati medan off road di Gunung Tambora, Dompu, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (21/3/2015). Nissan All-New Navara punya spesifikasi standar, mesin diesel YD25DDTi berkapasitas 2.488 cc. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOKRISTIANTO PURNOMO Mobil Nissan All-New NP300 Navara melewati medan off road di Gunung Tambora, Dompu, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (21/3/2015). Nissan All-New Navara punya spesifikasi standar, mesin diesel YD25DDTi berkapasitas 2.488 cc. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

Rencana tersebut sejalan dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang sempat menyebut bahwa uji jalan kendaraan dengan bahan bakar B40 akan digelar Februari 2022.

Akan tetapi, karena terdapat beberapa tantangan, pelaksanaanya jadi mundur.

Dalam kesempatan serupa, Paulus juga menjelaskan penyaluran biodiesel sampai dengan Februari 2022 mencapai 1,6 juta kiloliter.

Baca juga: Upaya Kemenhub Cegah Kemacetan Panjang Selama Arus Mudik 2022

Ilustrasi biodieselDok Kontan.co.id Ilustrasi biodiesel

Sejak pertama kali berproduksi pada 2006, industri biodiesel kini memiliki total kapasitas terpasang 16,5 juta kiloliter (KL). Tahun lalu, kebutuhan domestik tercatat sebesar 8,43 juta KL atau 7,2 juta ton.

Penggunaan biodiesel tersebut mampu mengurangi emisi sebesar 2,4 juta ton CO2 ekuivalen. Tahun ini pemangkasan emisi ditarget naik menjadi 2,7 juta ton CO2 ekuivalen.

"Artinya 22 persen pengurangan emisi dari solar," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.