Akurasi Hasil Tangkapan CCTV E-TLE Harus Valid dan Jelas

Kompas.com - 13/04/2022, 13:02 WIB
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Penegakan hukum dengan sistem ETLE sudah diberlakukan hampir di seluruh wilayah yuridiksi di 28 Polda seluruh Indonesia.

Ini menunjukan keseriusan Polri dalam rangka menindaklanjuti perintah Kapolri konteksnya dengan Program Presisi dalam sistem penegakan hukum di bidang lalu lintas dan angkutan jalan.

Sebab penegakan hukum konvensional yang punya celah penyelewengan ditiadakan dan diganti dengan sistem E-TLE (electronic law emforcement) yang lebih efektif.

Baca juga: Uji Coba Sirkuit Formula E Jakarta Dilakukan Paling Lambat Mei 2022

Sistem ETLE ini menerapkan teknologi baik ANPR (automatic number plate Recognition), check point maupun RFID.

Layar pemantau arus lalu lintas di ruang Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, Selasa (5/4/2022).KOMPAS.com/Tria Sutrisna Layar pemantau arus lalu lintas di ruang Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, Selasa (5/4/2022).

Namun Budiyanto, pemerhati masalah transportasi dan hukum, mengatakan, teknologi apapun yang digunakan harus mampu menghadirkan hasil deteksi (capture) yang valid dan jelas sehingga hasilnya dapat dipertanggung jawabkan secara hukum.

"Karena kita sama-sama tahu, dan mengerti bahwa penegakan hukum dapat berkonsekuensi terhadap permasalahan hukum," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (13/4/2022).

Sehingga kata Budiyanto, pencantuman atau penulisan identitas pelanggar, barang bukti yang disita, tata caranya serta barang bukti baik foto dan video harus benar tidak boleh salah.

"Salah dalam penulisan identitas pelanggar, tata cara penyitaan, dan penulisan barang bukti merupakan celah pra peradilan," ungkapnya.

Baca juga: Pilihan Mobil Bekas Rp 50 Jutaan, Bisa Dipakai Mudik Lebaran 2022

Datangi Kepolisian Resor Kota (Polresta), mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo terkena tilang Elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), Rabu (23/3/2022).KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati Datangi Kepolisian Resor Kota (Polresta), mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo terkena tilang Elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), Rabu (23/3/2022).

"Langkah-langkah perlu diantisipasi oleh penyidik untuk menghindari kesalahan dan komplain dari pengguna jalan atau pelanggar," katanya.

Budiyanto menyebut, polisi mesti melakukan kalibrasi terhadap alat yang digunakan baik CCTV & Speedcam, dan lakukan perawatan secara periodik untuk menjaga kondisi alat tetap baik.

"Langkah ini sekaligus untuk memenuhi persyaratan formal dan material sebagai persyaratan dalam tata cara penyelesaian perkara tindak pidana, penyiapan SDM yang mumpuni dengan analisa dan verifikasi yang tepat," ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.