Inden Suzuki Jimny Ditutup, tapi Banyak yang Paksa Beli

Kompas.com - 12/04/2022, 16:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Suzuki Jimny masih menjadi SUV yang diinginkan sebagian orang di Indonesia. Walaupun sampai saat ini, inden Suzuki Jimny masih lama, bahkan bisa dua atau tiga tahun baru mendapatkannya.

Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) 4W Donny Saputra mengatakan, Jimny masih dijual oleh Suzuki, walaupun sebenarnya inden masih ditutup dari September 2019.

"Kami sekarang masih fokus untuk menyelesaikan inden yang sudah diterima," ucap Donny di Jakarta belum lama ini.

Baca juga: Suzuki Jimny Bakal Mejeng di Hari Kedua IIMS 2022

Suzuki Jimny di JAW 2022 (janlika putri/ Kompas.com)janlika putri/ Kompas.com Suzuki Jimny di JAW 2022 (janlika putri/ Kompas.com)

Mengularnya inden Jimny menurut Donny karena ketika diluncurkan, pemesanan terlalu banyak. Padahal sejak awal pihak Suzuki sudah mengatakan kalau Indonesia mendapat pasokan Jimny kira-kira cuma 50 unit per bulan.

Untuk indennya, tentu bakal berbeda di setiap diler. Bayangkan saja dalam satu bulan hanya ada 50 unit Jimny yang dibagikan ke beberapa diler di Indonesia, tentu antreannya akan panjang.

"Berapa lama  (indennya), masih sama, masing-masing kota dan diler berbeda. Kalau bicara Jakarta pasti panjang, ada 16 diler, masing-masing berbeda, diler yang ada di Pondok Indah pasti beda dengan di Bekasi," ucapnya.

Baca juga: Viral Foto Anak Kecil Pegang-pegang Supercar, Ingat Etika di Pameran Otomotif

Hal yang membuat heran, walaupun inden masih panjang, Donny mengatakan kalau masih banyak konsumen yang memaksa inden Jimny. Mereka mau menunggu walaupun bisa tahunan.

"Jadi tergantung, ada yang 2-3 tahun di luar Pulau Jawa, ada yang lebih lama di Pulau Jawa. Ada yang lebih lama, tergantung outlet, kalau di Kelapa Gading, Pondok Indah sudah pasti panjang," kata Donny.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.