Kompas.com - 06/04/2022, 18:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perhelatan otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2022 dihadiri oleh pengunjung dari berbagai kalangan. Hadir dalam pameran ini, redaksi media kaum disabilitas, Kami Bijak, pada Rabu (6/4/2022).

Kami Bijak menjadi salah satu media partner di pameran ini, dan selalu ikut serta dalam kegiatan seperti tur keliling pameran. Pada tur ini, ada sekitar 10 teman disabilitas yang diajak berkeliling area pameran.

Salah seorang anggota redaksi Kami Bijak, Aryani Bunawan adalah seorang reporter disabilitas yang turut meliput. Ia ditemani dua anggota redaksi lainnya, Restu Lestari sebagai content writer dan Ryan sebagai video editor.

Baca juga: Cek Kondisi Mobil Gratis di IIMS 2022, Bisa Semua Merek

Berkomunikasi dengan bahasa isyarat, redaksi Kompas.com berkesempatan untuk berbincang Aryani dan Restu didampingi Irene Nathania Setyanto, Marketing Communication Kita Bijak, untuk menerjemahkan bahasa isyarat dari Aryani dan Restu.

Yani, panggilan akrab Aryani, menjelaskan bahwa selama pameran ini tidak ada kendala yang berarti. Fasilitas yang ada sudah cukup ramah untuk kaum disabilitas.

Untuk melakukan wawancara, ia menjelaskan bahwa ada JBI (Juru Bahasa Isyarat) untuk membantu proses wawancara.

Namun, terkadang kendala datang saat tim redaksi Kita Bijak akan menyiarkan kegiatan liputan secara live.

Kaum disabilitas yang mengikuti tur keliling pameran otomotif IIMS Hybrid 2022kamibijak.com Kaum disabilitas yang mengikuti tur keliling pameran otomotif IIMS Hybrid 2022

"Kan kita ada live Instagram. Yani itu pakai bahasa isyarat. Di bawah (di pameran) itu ramai, kan pakai bahasa isyarat, tapi enggak ada VO-nya," jelas Yani seperti diterjemahkan Irene, Rabu (6/4/2022).

Yani menerangkan, beberapa audiens Instagram Kami Bijak butuh tambahan voice over untuk memahami konten, namun saat liputan langsung, hal ini tidak memungkinkan. Karena biasanya, untuk konten video, redaksi Kami Bijak menyediakan voice over.

Kemudian, Yani menjelaskan perbedaan cara bekerja dengan jurnalis dengar, atau jurnalis non-disabilitas.

Baca juga: Viral, Video Mobil Jatuh dari Atas Hidrolik Saat Cuci Mobil

"Mungkin bedanya kalau jurnalis dengar, kan wawancara dan menulis artikel. Kalau Yani enggak. Jadi wawancara, kalau tulis itu dibantu juga mungkin sama Restu atau yang magang, atau teman-teman dari Merah Putih," terang Yani. 

Restu menjelaskan, semua materi yang diperoleh untuk bahan berita, akan dibahasakan ulang oleh Yani.

"Dari semua bahan, Yani membahasakan ulang," jelas Restu. Misal, saat mendapatkan rilis dari, Yani akan merubah agar bahasanya bisa dijadikan bahasa isyarat yang dapat dimengerti audiensnya. Kemudian akan direkam video, baru kemudian diunggah ke media milik Kami Bijak. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.