Kompas.com - 06/04/2022, 19:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki Bulan Ramadhan, para pekerja masih saja masuk ke kantor untuk bekerja. Bahkan saat-saat menjelang maghrib atau saat berbuka, kadang kondisi jalanan macet sehingga terpaksa harus buka puasa di jalan.

Bagi pengemudi, tentu bisa dengan mudah buka puasa di dalam kendaraan. Posisi sudah duduk, tinggal mimum atau makan saja sambil menyetir.

Tapi apa disarankan berbuka puasa sambil menyetir kendaraan?

Baca juga: Ngabuburit di IIMS Hybrid 2022, Ada 20 Food Truck Untuk Buka Puasa

Mata lansia mengalami pengecilan pupil sehingga tak tahan terhadap cahaya yang terlalu benderang seperti cahaya matahari di pagi atau sore hari.Unsplash/Takahiro Taguchi Mata lansia mengalami pengecilan pupil sehingga tak tahan terhadap cahaya yang terlalu benderang seperti cahaya matahari di pagi atau sore hari.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, berbuka puasa dengan makan dan minum yang berat tidak disarankan jika kondisi jalanan tidak macet alias sedang bergerak. Cukup dengan membatalkan puasa saja.

"Kecuali dalam kondisi stagnan mecet. Jika dalam posisi mobil bergerak malah bisa mengganggu saat menyetir," ucapnya kepada Kompas.com, Rabu (6/4/2022).

Sony menjelaskan, orang yang berpuasa kondisi fisiknya sedang drop. Jadi saat tiba waktu berbuka, ada perubahan kondisi psikologi pada diri pengemudi.

Baca juga: Diskon Rp 18 Juta, Ini Perbedaan 4 Tipe All New Honda BR-V

"Perubahan kondisi psikologis itu bisa mengganggu berkendara, kecuali hanya sebatas membatalkan," ucap Sony.

Tips amannya, cukup membatalkan puasa dengan meminum air mineral atau makan makanan yang ringan seperti kurma. Jadi bisa dilakukan sambil menyetir selama tidak mengganggu konsentrasi.

"Kalau judulnya buka puasa dengan makan minuman yang berat sebaiknya minggir untuk berhenti di tempat yang aman. Jadi lebih fokus berbukanya dan tidak mengganggu konsentrasi selama mengemudi," kata Sony.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.