Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/04/2022, 09:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Alat pemadam api ringan (APAR) merupakan salah satu perangkat yang harus tersedia di tiap mobil baru guna menekan potensi kebakaran yang merugikan orang banyak.

Hal ini, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Dirjen Perhubungan Darat Nomor: KP.972/AJ.502/DRJD/2020 tentang Fasilitas Tanggap Darurat Kendaraan Bermotor yang sudah disahkan pada 18 Februari 2020.

Lebih jauh, syarat wajib adanya APAR dijelaskan pada pasal 2 ayat 2, 3, dan juga ayat 4, yang mana menegaskan bila APAR sebagai perangkat pertolongan pertama jika muncul api pada kendaraan.

Baca juga: Pilihan APAR untuk Mobil, Simak Kelebihannya

Ilustrasi operator SPBU Pertamina menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).Pertamina Ilustrasi operator SPBU Pertamina menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Seiring dengan hal tersebut, saat ini cukup banyak produsen aksesori di dalam negeri yang memasarkan perangkat APAR dengan kelebihannya masing-masing.

"Untuk penggunaannya, biasanya sudah ada panduannya ya sehingga pemilik bisa menggunakan secara mudah. Kalau di kami, Servvo, cukup klik nomor 1 dan 2 berurutan," kata General Manager PT Servvo Fire Indonesia Hendra Prasetyo, Rabu (6/4/2022).

Namun mengenai efektifitas penggunaan APAR, tak ditampik memang masih banyak pemilik atau pengemudi mobil belum mengetahuinya. Tak terkecuali tentang jangkauan kekuatan semburan pada perangkat itu.

Menurut Hendra, saat menggunakan APAR sebaiknya disemprot ke titik api sesuai arah angin. Jangan berlawanan karena bisa menyulitkan proses pemadaman.

Baca juga: Oli Mesin pada Skutik Honda Makin Sedikit, Cuma 0,65 Liter

APAR Servvo Fire Indonesia di IIMS 2022KOMPAS.com/Ruly APAR Servvo Fire Indonesia di IIMS 2022

Dalam suatu kasus tertentu bahkan dapat membuat kebakaran semakin membesar dan merembet ke bagian lainnya.

"Bisa-bisa menimbulkan masalah lain. Lalu pilih juga yang tekanan dalam tabungnya cukup tinggi sehingga daya jangkau semprotannya cukup jauh. Ini memudahkan ketika api sudah besar," ucapnya.

"Kalau daya jangkaunya tidak sampai satu meter, bayangkan api sudah besar. Harus tahan panas dahulu supaya bisa menyemprot titik apinya," lanjut Hendra.

Apabila sudah digunakan, harap pemilik kendaraan segera mengisi ulang APAR. Sehingga apabila diperlukan kembali, bisa dengan segera untuk memadamkan api.

"Jangan lupa untuk tempatkan APAR sebisa mungkin dekat dengan jangkauan pengemudi. Biasanya ditaruh di bawah kursi penumpang bagian depan," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.