Beli Pertalite Pakai Jeriken Dilarang, Pahami Bahayanya

Kompas.com - 07/04/2022, 07:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertamina sudah resmi melarang pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite menggunakan jeriken. Alasannya, karena perubahan status dari BBM tersebut.

Sebelumnya, Pertalite berstatus Jenis BBM Umum (JBU). Sekarang, sudah ditetapkan menjadi Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP).

Baca juga: Harga BBM Naik, Ini Perbandingan Layanan SPBU Shell dan Pertamina

Jauh sebelum aturan tersebut dikeluarkan, menyimpan BBM menggunakan jeriken dari dulu sangat tidak disarankan, khususnya menggunakan jeriken yang terbuat dari bahan plastik.

Solar Langka, Ratusan Jerigen Menumpuk di Spbu Kampung Nelayan MamujuKOMPAS.COM/JUNAEDI Solar Langka, Ratusan Jerigen Menumpuk di Spbu Kampung Nelayan Mamuju

Tri Yuswidjajanto Zaenuri, ahli konversi energi dari Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung, menjelaskan, bahan bakar memiliki senyawa khusus yang dapat merusak wadah berbahan plastik.

"Kandungan polimer dari wadah plastik bisa rusak dan larut jika bertemu dengan bensin. Lama-kelamaan bisa menipis dan bocor,” ujar Yus kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: BBM Solar 51 Mulai Disalurkan, Ini Bedanya

Jeriken yang aman untuk menyimpan BBM sudah diatur spesifikasinya dalam standar internasional. Jeriken tersebut juga harus memenuhi sertifikasi ANSI/ASTM F85208.

Jeriken dengan nozzle yang aman dibawa untuk berkendaragad.net Jeriken dengan nozzle yang aman dibawa untuk berkendara

Jeriken harus memenuhi aspek material, internal hydrostatic pressure, ketahanan terhadap usia pemakaian yang berulang-ulang, antikarat, tahan panas, hingga dibedakan berdasarkan warna sesuai jenis BBM yang diisikan.

“Pemakaian jeriken dari bahan plastik tidak bermasalah selama sesuai dengan peruntukannya dan memilih produk yang telah berstandar," kata Tri.

Jeriken yang digunakan untuk bensin cadanganOtomania Jeriken yang digunakan untuk bensin cadangan

Jeriken dari bahan plastik mungkin lebih murah dan lebih mudah didapatkan. Sementara itu, jeriken pelat baja lebih mahal dan hanya dijual di toko-toko tertentu, tetapi setidaknya lebih aman.

Pada berbagai situs jual beli online atau e-commerce, jeriken besi atau jeriken pelat baja dengan kapasitas 10 liter dijual di kisaran Rp 650.000 hingga Rp 700.000. Sedangkan untuk kapasitas 20 liter, harganya di kisaran Rp 800.000.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.