Kompas.com - 23/03/2022, 08:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah RI melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah berupaya menggenjot penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai pada kendaraan bermotor roda dua.

Hal ini terbukti sudah ada sebanyak 100 unit sepeda motor dengan tenaga konvesional yang dikonversikan menjadi motor listrik.

Ke depannya, Kementerian ESDM menargetkan tahun ini kembali akan melakukan konversi motor BBM ke motor listrik sebanyak 1.000 unit dan 13 juta konversi pada tahun 2030.

Lantas, berapakah biaya yang dibutuhkan untuk mengkonversi motor bertenaga BBM ke motor listrik?

Baca juga: Komparasi Motor Listrik Grab dan Gojek, Siapa Lebih Unggul?

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, saat ini yang dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan Enegeri Baru, Terbarukan dan Konversi Energi (P3TKEBTKE) dan Bidang Litbang Ketenagalistrikan konversinya lebih kurang Rp 10 juta.

Konvoi konversi motor listrik Kementerian ESDMKementerian ESDM Konvoi konversi motor listrik Kementerian ESDM

Menurut Arifin biaya konversi tersebut akan menurun seiring berjalannya waktu. Terutama dengan bekerja sama dengan industri-industri komponen lokal.

“Bisa enggak mereka bikin, produksi baterai dan motor, transmisinya sendiri. Berapa skala ekonominya, terus kapasitasnya yang harus dikembangkan,” ucap Arifim (17/3/2022).

Sebagai informasi, P3TKEBTKE meurupakan pelaksaan jasa konversi atau modifikasi yang dilakukan oleh Kementerian ESDM.

Baca juga: Mitsubishi Usung Konsep Branding Baru untuk Warga Indonesia

P3TKEBTKE telah memperoleh sertifikasi Bengkel Resmi Pemasangan, Perawatan, dan Pemeriksaan Peralatan Instalasi Sistem Penggerak Motor Listrik pada Kendaraan Bermotor dan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sejak 30 Juni 2021.

Lokasi bengkel resmi tersebut berada di Komplek Perkantoran P3TKEBTKE, Jalan Pendidikan Nomor 1 Pengasingan, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.