Mengapa Mandalika Disebut sebagai Sirkuit Terlengkap bagi MotoGP?

Kompas.com - 08/03/2022, 11:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertamina Grand Prix of Indonesia akan digelar dalam waktu dekat di sirkuit yang baru untuk MotoGP. Sirkuit ini unik karena disebut sebagai salah satu sirkuit terlengkap.

Karakter Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok, ini dibahas dalam talkshow yang bertajuk "Highlight MotoGP Qatar dan Preview Grand Prix of Indonesia". Acaranya digelar di Mandalika GP Hub di Oval Atrium, Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/3/2022).

Bincang-bincang tersebut menghadirkan mantan pebalap nasional Ahmad Jayadi dan wartawan senior Arief Kurniawan.

Baca juga: Tiket MotoGP Mandalika Tersisa buat Hari Pertama dan Kedua

Menurut Jayadi, Sirkuit Mandalika menjadi salah satu sirkuit terlengkap yang ada di dunia. Sirkuit tersebut memiliki karakter tersendiri.

Talkshow bersama mantan pebalap nasional Ahmad Jayadi dan wartawan senior Arief Kurniawan di Mandalika GP HubDok. MGPA Talkshow bersama mantan pebalap nasional Ahmad Jayadi dan wartawan senior Arief Kurniawan di Mandalika GP Hub

"Kebanyakan sirkuit lain itu high speed corner. Tapi kalau Mandalika itu punya high speed corner, ada U-turn, dan ada straight," kata Jayadi.

Jayadi menambahkan, jika ada satu pebalap yang bisa menyetel motornya sedemikian rupa agar cocok dengan karakteristik Mandalika, setelan tersebut akan bisa dipakai di sebagian besar sirkuit dunia.

"Jadi, ketika orang atau pebalap bisa menyetel motornya dengan baik sesuai dengan karakter Mandalika, otomatis setelan dia akan bagus di setiap sirkuit,:" ujar Jayadi.

Baca juga: Pengaspalan Ulang Sirkuit Mandalika Ditargetkan Selesai 8 Maret 2022

Menurutnya, Sirkuit Mandalika ini nantinya bisa dijadikan salah satu sirkuit tes atau latihan pramusim sebelum MotoGP bergulir, agar tim-tim bisa mendapatkan data yang lengkap untuk mengembangkan motornya," tuturnya.

Pertamina Mandalika International Street Circuit di Lombok. Dok. Chaerul Manek Ismail/Shutterstock.com Pertamina Mandalika International Street Circuit di Lombok.

Sementara menurut Arief, Mandalika memiliki karakter unik seperti Sirkuit Assen di Belanda dan Philip Island di Australia. Jalannya balapan diprediksi akan sulit ditebak.

"Mandalika akan menjadi sirkuit ketiga, di MotoGP, setelah Assen dan Philip Island, yang berkarakter fast and flowing. Fast and flowing itu gampangnya motor terlihat seperti tidak mengerem. Padahal ngerem, cuma tidak terlihat seperti mengerem. Karena layout Mandalika seperti itu," kata Arief.

Arief mengatakan, trek lurus di Mandalika tidak panjang, Tapi, kemudian bertemu dengan tikungan teknis yang mengalir. Bicara soal fast and flowing, biasanya balapan akan berlangsung seru.

Foto udara pekerja menyelesaikan pengecatan ornamen Pertamina Mandalika International Street Circuit di KEK Mandalika, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (5/11/2021). Pengecatan sudut trek, kerb dan tepian trek sirkuit Mandalika menggunakan tiga warna penting yakni warna merah putih yang menandakan kerb yang berfungsi sebagai pemandu pembalap di lintasan dan warna hijau yang merupakan track limit atau pembatas trek yang ketika pembalap menyentuh garis tersebut akan dikenakan penalti. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/aww.ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI Foto udara pekerja menyelesaikan pengecatan ornamen Pertamina Mandalika International Street Circuit di KEK Mandalika, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (5/11/2021). Pengecatan sudut trek, kerb dan tepian trek sirkuit Mandalika menggunakan tiga warna penting yakni warna merah putih yang menandakan kerb yang berfungsi sebagai pemandu pembalap di lintasan dan warna hijau yang merupakan track limit atau pembatas trek yang ketika pembalap menyentuh garis tersebut akan dikenakan penalti. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/aww.

"Kita sulit menebak siapa yang akan menang. Fast and flowing di Mandalika terletak dari Tikungan 5-6, lalu sensasi 7-8-9 dan juga 13-14-15," ujar Arief.

Arief menambahkan, di Assen bisa terjadi 5 pebalap bersaing di barisan depan di hampir sepanjang balapan, begitu juga di Philip Island.

"Kecuali kalau sudah ada yang nge-break (membuka jarak) baru kita tahu siapa yang akan menang balapan. Beda sama Qatar kemarin, dari awal saja pebalap saat start sudah tidak ngegrup. Pebalap bisa bikin gap, karena layoutnya menunjang untuk seperti itu," kata Arief.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.