Jokowi Harap Gesits Jadi Motor Ekosistem Tukar Baterai

Kompas.com - 23/02/2022, 09:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap pada 2025 setidaknya ada dua juta kendaraan listrik di Indonesia yang digunakan masyarakat. Selain itu Indonesia juga bisa melakukan ekspor motor listrik.

"Kita targetkan juga nanti di 2025 ada 2 juta kendaraan listrik bsia digunakan oleh masyarakat Indonesia, dan selanjutnya kita akan menuju ke pasar-pasar ekspor," kata Jokowi dikutip dari Money Kompas.com, Rabu (23/2/2022).

Baca juga: Tingkat Uji Emisi Kendaraan di DKI Jakarta Masih Rendah

Electrum, Pertamina, Gogoro, dan Gesits berkolaborasi demi terwujudnya ekosistem kendaraan listrik di IndonesiaDok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Electrum, Pertamina, Gogoro, dan Gesits berkolaborasi demi terwujudnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia

Hal itu diungkapkan Jokowi usai resmikan peluncurkan Kolaborasi Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik antara BUMN dengan swasta, yang terdiri dari Pertamina, Gesits, Gojek, TBS Energi Utama, Electrum, serta Gogoro, perusahaan teknologi asal Taiwan.

Jokowi berharap produksi motor listrik karya anak bangsa, yakni Gesits bisa ditingkatkan. Agar motor buatan Wika Industri Manufaktur, anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk itu, cepat diserap masyarakat.

"Sudah ada Gesits yang juga akan ditingkatkan lagi kapasitas produksinya, mungkin kerja sama dengan perusahaan dari Taiwan Gogoro misalnya, sehingga betul-betul ekosistem kendaraan listrik terbangun dan siap berkompetisi dengan negara-negara lain," jelasnya.

Baca juga: Biker Wanita Berkendara di Malam Hari, Perhatikan Hal Ini

Electrum, Pertamina, Gogoro, dan Gesits berkolaborasi demi terwujudnya ekosistem kendaraan listrik di IndonesiaDok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Electrum, Pertamina, Gogoro, dan Gesits berkolaborasi demi terwujudnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia

Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga sempat melihat bagaimana proses penggantian baterai atau battery swapping pada motor listrik. Menurutnya, proses penggantian baterai praktis dan tidak memakan waktu lama bagi pengendara.

"Saya kira proses manajemen seperti ini yang diinginkan pemakai-pemakai kendaraan. Itu akan menarik minat semua orang untuk masuk ke kendaraan listrik karena lebih murah dan yang paling penting tidak menimbulkan polusi," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.