Kenali Ciri Fan Belt Mobil Perlu Diganti, Jangan Sampai Telat

Kompas.com - 22/02/2022, 10:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada komponen pada mobil yang berbentuk layaknya sabuk bermaterial karet sebagai penghubung antar beberapa bagian mesin. Komponen ini bernama fan belt.

Fan belt berfungsi memindahkan tenaga dari poros engkol mesin menuju poros penggerak seperti pulley AC, pulley hidrolik power steering, pulley alternator, hingga pulley penggerak water pump.

Mengingat perannya tergolong vital bagi mobil, kondisi fan belt harus terjaga dalam kondisi  baik agar tidak berpengaruh pada kinerja komponen lainnya. Jika sudah rusak, segera ganti dengan yang baru.

Baca juga: Agar Tidak Kena Pajak Progresif, Begini Cara dan Syarat Blokir STNK

Didi Ahadi, Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM), lantas menjelaskan bahwa ciri fan belt yang harus diganti nampak pada kondisi fisiknya.

Fan belt mobilyoutube.com Fan belt mobil

“Kalau sudah aus kondisinya akan getas dan retak-retak di bagian dalamnya,” kata Didi kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Tidak hanya getas dan munculnya retakan, ciri fisik lain yang bisa langsung dilihat adalah kondisi fan belt sudah mulai nampak kendur alias tidak kencang lagi.

Baca juga: Menggeser Tuas Transmisi Mobil Matik Jangan Sembarangan

Fan belt yang kendur menandakan sudah tidak layak pakai lagi. Sebab bisa membuat ritme kerjanya tidak sesuai dengan timing yang seharusnya. Timing yang tidak tepat sangat memengaruhi kinerja komponen lain yang terhubung pada sabuk ini.

Ciri fisik selanjutnya adalah gerigi fan belt sudah mulai aus. Seperti yang umum diketahui, fan belt memiliki dua sisi permukaan, yakni permukaan halus dan bergerigi. Jika geriginya sudah aus, daya cengkeram fan belt pasti akan menurun drastis.

Fan belt pada mobil harus rajin dicek, minimal tiap 20.000 km.Otomania-Donny Apriliananda Fan belt pada mobil harus rajin dicek, minimal tiap 20.000 km.

Selain ciri yang nampak dari indera penglihatan, pemilik mobil bisa mendeteksi rusaknya fan belt dari bunyi berdecit yang muncul ketika mesin mobil dihidupkan.

Baca juga: Rapor 5 Tahun Wuling di Indonesia Versi Konsumen

“Bisa saja berdecit, tapi dicek dulu apakah beltnya yang sudah aus atau sistem pengencangannya yang kurang atau bermasalah,” ucap Didi.

Penyetelan fan belt juga harus dilakukan dengan tepat, terpasang pada pulley tidak terlalu kendur maupun tidak terlalu kencang. Fan belt yang terlalu kencang berisiko membuatnya cepat rusak. Smentara jika terlalu kendur akan mengurangi keefektifan kinerjanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.