Jumpa Mendag Korsel, Memperkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Indonesia

Kompas.com - 22/02/2022, 09:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia kembali membahas peluang kerja sama guna memperkuat ekosistem industri kendaraan bermotor listrik (electric vehicle/EV) dalam negeri dengan Korea Selatan.

Langkah tersebut ditandai bertemunya antara Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dengan Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan Moon Sung-wook di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (21/2/2022).

Dalam kesempatan sama turut hadir pula Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Park Tae-sung bersama pihak terkait dari kedua negara.

Baca juga: Menhub Dorong Perguruan Tinggi Kontribusi Era Kendaraan Listrik

Ilustrasi baterai untuk mobil elektrifikasiSHUTTERSTOCK/ROMAN ZAIETS Ilustrasi baterai untuk mobil elektrifikasi

"Kami membicarakan potensi kerja sama strategis antara Indonesia-Korea," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa.

"Kami membahas kerja sama ekonomi berkelanjutan terutama di industri electrical vehicle battery dan industri konten digital. Indonesia dan Korea siap membangun ekosistem bersama untuk kemajuan kedua negara," ucap Erick, melanjutkan.

Diharapkan dengan kerja sama yang semakin kuat, kedua negara mampu membangun ekosistem untuk kemajuan bersama. Serta, semakin banyak kolaborasi konten kreatif antara Indonesia dan Korea Selatan.

Hanya saja, belum disebutkan secara rinci potensi kerja sama seperti apa yang akan digarap khususnya mengenai EV. Sebab, sektor terkait menjadi suatu perhatian khusus di Indonesia belakangan ini.

Baca juga: Tugas Berat Pengemudi Bus, Wajib Diimbangi Istirahat Rutin

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Erick Thohir (@erickthohir)

Adapun hubungan diplomatik Indonesia-Korea Selatan, sebenarnya sudah terjalin selama 48 tahun. Bahkan, telah menjadi special strategic partnership dengan fokus kerja sama di empat sektor, termasuk pada perdagangan dan pembangunan infrastruktur.

Hal itu dapat terlihat jelas dari total komitmen Korea Selatan ke Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagai contoh, selama kuartal I/2021 lalu Badan Koordinasi Penanaman Modal mencatat total investasinya capai 6,9 persen dari total keseluruhan realisasi PMA di Indonesia.

Halaman:


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.