Ini Alasan Jangan Istirahat di Bahu Jalan Tol

Kompas.com - 14/02/2022, 17:21 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat mengemudi di jalan tol dan terserang kantuk maka dalam safety driving hal yang harus dilakukan ialah berhenti di rest area dan beristirahat sampai kembali bugar.

Tapi praktek di lapangan bisa beda dengan sisi ideal atau teori. Jika kadar kantuk sudah tidak tertahankan, ada yang memilih menepikan mobil di bahu jalan tol dan kemudian beristirahat.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, berhenti di bahu jalan terutama di jalan tol di Indonesia sebetulnya tindakan yang cukup rawan.

Baca juga: Mobil Diesel Salah Isi BBM, Segera Lakukan Hal Ini

Perbaikan Jalan Tol Trans-Jawa oleh WaskitaWaskita Perbaikan Jalan Tol Trans-Jawa oleh Waskita

"Karena (di Indonesia) bahu jalan digunakan jadi jalur cepat dan sebaliknya jalur cepat buat lambat. Jadi di Indonesia jalan tol jauh lebih berbahaya dibandingkan jalan biasa," kata Jusri kepada Kompas.com, Senin (14/2/2022).

Jusri mengatakan, bahu jalan memang diperuntukan untuk kejadian darurat. Semisal kendaraan rusak, mobil bermasalah dan lain hal termasuk kantuk. Tapi jika tidak darurat sekali jangan berhenti di bahu jalan.

"Bahu jalan untuk berhenti sekalipun jika tidak darurat sekali jangan dilakukan," ungkap Jusri.

"Jika terpaksa maka usahakan berhenti sejauh-jauhnya dari bahu jalan tersebut. Jika ada tepian atau tanah (di sampingnya) maka usahakan mobil keluar dari bahu jalan itu sejauh mungkin," katanya.

Baca juga: Mobil Diesel Diisi Pertamax, Akhirnya Diangkut Towing

Suasana lalu lintas di Gerbang Tol Ngemplak bagian dari ruas Jalan Tol Solo-Ngawi, Jumat (24/12/2021).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Suasana lalu lintas di Gerbang Tol Ngemplak bagian dari ruas Jalan Tol Solo-Ngawi, Jumat (24/12/2021).

Adapun kalau terpaksa berhenti di bahu jalan maka saat berhenti selalu aktifkan lampu hazard sebagai tanda darurat.

“Sejak saat itu, jangan matikan lampu hazard sepanjang berhenti di bahu jalan,” ujar Jusri.

Kemudian sesuai dengan aturan perundang-undangan pasang segitiga pengaman di belakang kendaraan. Namun, jangan memasangnya sembarangan dan harus sesuai dengan tata cara yang benar.

Baca juga: Impresi Fitur ASA yang Bikin All New Xenia Tak Lagi Minder

Ilustrasi mengantuk sambil berkendara.shutterstock Ilustrasi mengantuk sambil berkendara.

“Ada jarak khusus yang perlu diperhatikan ketika memasang segitiga pengaman. Jaraknya sendiri disesuaikan dengan kondisi jalan dan rata-rata kecepatan kendaraan yang melintas," katanya.

"Tujuannya juga untuk memberikan kesempatan pengemudi lain untuk menganalisa keberadaan kita dan untuk bereaksi,” kata Jusri.

Jika berada di jalan tol pemasangan segitiga pengaman minimal 50 meter di belakang kendaraan. Jarak ini cukup untuk mengantisipasi kendaraan dengan rata-rata kecepatan 80 kpj.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.