Efek Buruk Sering Melipat Spion Mobil secara Manual

Kompas.com - 14/02/2022, 17:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak mobil modern sekarang ini yang sudah dibekali dengan spion retractable atau bisa melipat secara otomatis. Spion yang bisa dioperasikan hanya dengan tombol dari dalam kabin ini tentu berbeda perlakuannya dengan spion manual.

Namun demikian, tak sedikit yang masih memperlakukan spion retract layaknya spion manual. Beberapa pemilik mobil masih menekuk spion secara manual.

Baca juga: Catat, Ini 12 Ruas Tol yang Tarifnya Akan Naik di Kuartal I-2022

Lantas, apakah dampak buruk melipat spion mobil secara manual?

Didi Ahadi, Technical Support Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), mengatakan, untuk jenis spion memang ada beberapa macam. Ada yang bisa dilipat secara manual dan ada juga yang tidak.

Posisi kaca spion yang ideal agar bisa berfungsi dengan baik.www.inovasee.com Posisi kaca spion yang ideal agar bisa berfungsi dengan baik.

"Tergantung dari desain spionnya, ada yang retrackable yang bisa dilipat manual dan ada yang tidak," kata Didi kepada Kompas.com, Senin (14/2/2022).

Didi menjelaskan, spion sekarang ada yang memiliki pengaman dan ada yang tidak. Ada spion yang jika terkena benturan, gir mekanismenya patah. Tapi, ada juga yang bisa menekuk saat terkena benturan atau ditekuk manual.

Baca juga: Rencana Sistem Satu Arah di Jalan Daan Mogot, Tangerang

"Jadi biasanya kan ada yang lipat secara elektrik, namun ada yang kalau tersenggol itu ada mekanisme melipat manual untuk meghindari kerusakan motor atau roda giginya. Namun ada yang tidak bisa, jadi kalau tersenggol itu bisa merusak roda giginya," ucapnya.

Menurut Didi, sebaiknya tidak membiasakan untuk melipat spion elektrik secara manual. Berbeda dengan spion yang belum menggunakan elektrik sehingga tidak terjadi kerusakan pada spion.

Samar Almogren terlihat di kaca spion mobilnya saat berkendara melalui jalanan Kota Riyadh, Minggu (24/6/2018). Momen bersejarah tercipta setelah otoritas Saudi pada 24 Juni waktu setempat resmi mencabut larangan bagi perempuan untuk mengemudi sebagai bagian dari program Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman memodernisasi beragam aspek dalam masyarakat Saudi.AFP PHOTO/FAYEZ NURELDINE Samar Almogren terlihat di kaca spion mobilnya saat berkendara melalui jalanan Kota Riyadh, Minggu (24/6/2018). Momen bersejarah tercipta setelah otoritas Saudi pada 24 Juni waktu setempat resmi mencabut larangan bagi perempuan untuk mengemudi sebagai bagian dari program Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman memodernisasi beragam aspek dalam masyarakat Saudi.

"Kalau sistem lipat manual ngga masalah," ucap Didi.

Didi menambahkan, biasakan untuk selalu menekuk spion melalui tombol yang sudah tersedia. Jika parkir di tempat terbuka atau jalan yang sempit, sebaiknya tekuklah spion sebelum keluar dari mobil.

Baca juga: Curhatan Seorang Pria Gagal Ujian Praktik SIM C pada Jalur Zig-zag

Hal ini bertujuan agar spion terhindar dari senggolan dengan kendaraan lain atau menghindari spion ditekuk secara manual oleh orang lain, seperti petugas parkir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.