PPnBM Bisa Genjot Kredit Motor dan Mobil Baru hingga 25 Persen

Kompas.com - 14/02/2022, 07:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perpanjangan masa berlaku insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) pada sektor otomotif dipercaya dapat merangsang pembiayaan untuk pembelian kendaraan baru maupun bekas pada tahun ini.

Apalagi jika diiringi oleh keberhasilan penanganan Covid-19, percepatan vaksinasi, meningkatnya aktivitas ekonomi, sampai dengan implementasi reformasi struktural dan prospek pertumbuhan ekonomi global.

Demikian dikatakan Presiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli dalam keterangannya, Sabtu (12/2/2022).

Baca juga: Daftar Mobil Daihatsu yang Berpotensi Dapat Insentif PPnBM 2022

Honda di IIMS Hybrid 2021KOMPAS.COM/STANLY RAVEL Honda di IIMS Hybrid 2021

"PPnBM sangat membantu pergerakan di sektor otomotif. Tentunya selain dampak langsung pada perusahaan pembiayaan, hal ini juga membantu berputarnya kegiatan di industri otomotif seperti pabrikan, supplier, yang kembali bergerak," kata dia.

Menurut dia, banyak perusahaan di industri otomotif terdampak pandemi Covid-19 sepanjang 2020 dan 2021. Ketika itu, permintaan pun menurun secara signifikan dibanding sebelum pandemi.

"Dengan PPnBM ini dapat membantu pergerakan dan industri bergerak kembali. Saat ini, bahkan demand melebihi supply di Indonesia maupun negara lain, khususnya supply chain di semikonduktor," kata Hafid.

"Namun, rasanya PPnBM berhasil tingkatkan (kinerja) di sektor otomotif, ada optimisme untuk bertumbuh lagi pada 2022," lanjut dia.

Baca juga: Daihatsu Siap Refund Uang Konsumen Bila Produknya Dapat Diskon PPnBM

Penjualan motor selama Telkomsel IIMS 2019 mencapai lebih dari seribu unit.Kompas.com/Donny Penjualan motor selama Telkomsel IIMS 2019 mencapai lebih dari seribu unit.
 

Adapun tahun ini, ia memperkirakan penjualan wholesales mobil baru dan sepeda motor baru tetap meningkat. Prediksinya, mobil 67 persen dan motor 38 persen year-on-year (yoy) menjadi 887.000 unit dan 5,1 juta unit.

Sementara itu, proyeksi pembiayaan naik 25 persen dibanding tahun lalu. Namun, informasi mengenai volumenya belum bisa dikatakan secara terperinci.

"Target kami demikian, dan momen Lebaran (Idul Fitri) seperti biasa jadi momen pertumbuhan penjualan otomotif, dan itu masih menjadi harapan kami," kata Hafid.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.