ITDC Sebut Nilai Investasi Sirkuit Mandalika, Lebih dari 1 Triliun

Kompas.com - 03/02/2022, 17:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok, dibangun pada 2017 dan dibuka pada 2021. Dana yang dibutuhkan tentunya tidak sedikit.

Butuh biaya yang sangat besar untuk membangun sirkuit berstandar internasional. Apalagi, sirkuit ini juga lolos homologasi dan bisa digunakan untuk roda dua maupun roda empat.

Baca juga: Peningkatan Sirkuit Mandalika Sudah 90 Persen Menuju Grade A

Abdulbar M. Mansoer, Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), mengatakan, ini adalah sebuah investasi yang paling besar untuk sebuah sirkuit di Indonesia.

Inilah foto udara Sirkuit Mandalika, yang diambil Minggu (23/1/2022)FITRI R Inilah foto udara Sirkuit Mandalika, yang diambil Minggu (23/1/2022)

"Sebab, untuk ground work saja, di bawah saja, memastikan bisa dibangun, itu Rp 300 miliar. Untuk kontrak aspal, itu Rp 900 miliar dari PP (Pembangunan Perumahan), karena kita pakai stone mastic asphalt yang terbaik," ujar Abdulbar, di Jakarta, Rabu, (2/2/2022).

Abdulbar menambahkan, sewaktu World Superbike (WorldSBK) digelar, turun hujan yang sangat deras. Tapi, semua pebalap tetap tampil maksimal dan berkomentar bahwa cengkraman aspalnya sangat bagus.

Baca juga: Tes Pramusim MotoGP, Ban dan Bahan Bakar Tiba di Mandalika

"Kemudian, paddock itu sekitar Rp 200 miliar. Sekarang kita juga menambah investasi lagi dari VIP Village. Sebelumnya, hanya satu seksi yang terbangun. Nanti, akan ada satu lagi yang lebih panjang lagi, 2.400 VIP, itu panjangnya 200 meter, dari ujung paddock sampai ke tikungan pertama," kata Abdulbar.

Pemandangan dari VIP Room WSBK MandalikaKompas.com/APRIDAMEGANANDA Pemandangan dari VIP Room WSBK Mandalika

Abdulbar mengatakan, untuk grand stand, sebelumnya MGPA hanya menyewa dari PON (Pekan Olahraga Nasional), karena saat itu tidak ada waktu. Sekarang MGPA membeli tribun, impor dari Perancis, Jepang, dan China, sebanyak 50.000 kursi yang berkelas dan permanen.

"Di bawahnya, kalau sebelumnya itu lumpur, sekarang sudah kita lakukan perkerasan. Jadi, investasi ini mungkin sudah di atas Rp 1 triliun lebih. Warisan ini harus kita jaga, ini bukan hanya untuk periode kami, tapi untuk 50 tahun berikutnya ini bisa menjadi dari warisan dari Indonesia," ujar Abdulbar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.