Kompas.com - 01/02/2022, 14:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Memundurkan mobil saat akan parkir mundur bisa menjadi salah satu hal yang cukup merepotkan, khususnya untuk pengemudi pemula. Bertambahnya blind spot juga bisa jadi alasan mengapa hal ini terbilang cukup menakutkan.

Meski begitu, ada sebuah cara yang bisa dilakukan pengemudi untuk meminimalisir blind spot saat akan memundurkan mobil.

Founder Jakarta Defensive Driving Center (JDDC) Jusri Pulubuhu menjelaskan, cara ini umum dilakukan sebagai syarat tes pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Amerika Serikat.

Baca juga: PLN Tambah SPKLU Fast Charging di Kaltim

"Kalau kita mundur pakai mobil kecil, dalam posisi normal lurus, maka kepala kita, badan kita harus menghadap ke belakang, menghadap ke arah kaca spion tengah," jelas Jusri pada Kompas.com, belum lama ini.

Ia menekankan, bidang pandang yang dihasilkan jika pengemudi melihat langsung, jauh lebih luas ketimbang hanya mengandalkan spion mobil.

Setelah menghadap belakang, ia menjelaskan posisi tangan kanan ada di setir, sedangkan tangan kiri berada di jok penumpang di sebelah kiri.

"Tangan kanan di arah jam 11 yang mengatur belok kiri-belok kanan. Dibantu kaca spion kiri, kaca spion kanan," kata dia.

Posisi kaca spion yang ideal agar bisa berfungsi dengan baik.www.inovasee.com Posisi kaca spion yang ideal agar bisa berfungsi dengan baik.

Dengan melihat langsung ke belakang, pengemudi dapat melihat dengan jelas area belakang mobil. Ia menegaskan, spion hanya berperan sebagai alat bantu untuk mengcover blind spot, bukan alat utama yang diandalkan untuk menghilangkan titik buta.

Sayangnya, ia menjelaskan bahwa cara ini dianggap kurang baik jika dilakukan saat mengikuti tes SIM.

Baca juga: Viral, Pancing Kecoak di Kabin Mobil Pakai Mentega dan Minyak Goreng

"Fenomenanya terbalik ini di Indonesia. Kalau kita tes SIM, kita lakukan hal ini yang saya katakan, maka kita akan divonis tidak lulus oleh petugas polisi. Namun sebaliknya, di Amerika, kalau tidak kita lakukan hal ini maka kita tidak lulus," paparnya.

Sedangkan untuk mobil yang berukuran besar seperti truk, Jusri menjelaskan di Amerika pengemudi wajib mengandalkan ground guide atau tukang parkir. Pengemudi harus melihat aba-aba dari ground guide dan berhenti ketika ragu terhadap titik tertentu.

"Ini diaplikasikan dalam sebuah standard operation yang harus kita lakukan. Ketika kita mau menuju atau ragu terhadap area atau spot area yang kita inginkan, berhenti dulu kita," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.