Kompas.com - 01/02/2022, 09:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Volta, merek sepeda motor listrik asal Semarang, Jawa Tengah, optimistis pasar motor listrik di Indonesia bakal makin menggeliat pada tahun ini.

Willty Awan, Direktur PT Volta Indonesia Semesta, APM Volta, mengatakan, salah satu tolok ukur peningkatan tren motor listrik dapat dilihat dari penjualan motor listrik selama dua tahun terakhir.

"Tahun kita cukup optimis karena kita melihat bahwa pertumbuhan (motor listrik) dari 2020 baru ada sekitar 5.000 unit. Ini motor listrik yang pakai STNK, di akhir tahun 2021 sudah naik dua kali lipat kalau tidak salah sampai 12.000 unit bisa dicek," katanya kepada Kompas.com, akhir pekan lalu.

Baca juga: Jangan Pernah Beli Mobil Bekas Tanpa Surat

Kendaraan listrik roda tiga Volta 501Foto: Volta Kendaraan listrik roda tiga Volta 501

Willty mengatakan, tahun ini penjualan motor listrik secara keseluruhan dipercaya makin tinggi karena masyarakat mulai mengenali keunggulan motor listrik.

Di samping itu para produsen juga mulai menjawab berbagai tantangan di lapangan. Salah satunya ialah soal kecepatan pengisian daya dan pembangunan infrastruktur sistem ganti baterai atau swap battery.

"Di tahun 2022 diharapkan pertumbuhannya bisa lebih tinggi lagi karena kita lihat secara ini, kita semua membangun ekosistem, beda dengan tahun kemarin di mana ini sangat penting," katanya.

"(Swap) ini jadi suatu trade mark baru sebagai jawaban di tahun-tahun lalu tidak pernah dijawab. Kalau dulu satu baterai 50 km sekarang bisa ganti baterai kemana, selama di daerah itu ada stasiunnya," kata Willty.

Baca juga: Video Kecelakaan di Media Sosial Bisa Jadi Pembelajaran

Volta 401KOMPAS.com/Gilang Volta 401

Meski optimistis pasar motor listrik di Indonesia semakin besar, Willty tidak merinci target penjualan Volta tahun ini. Willty hanya mengatakan penerimaaan dari masyarakat sudah cukup baik.

Sebelumnya Volta mulai eksis memperkenalkan Volta 401 pada Desember 2020, di IIMS Motobike Hybrid Show. Kemudian resmi membuka pabrik di Semarang, pada November 2021.

"Kita produksi mulai November 2021 setelah kita peresmian buka pabrik baru di Semarang. Dari situ pertumbuhannya cukup lumayan, sebab kita mulai ekspansi dari B2B dan B2C," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.