Alami Kekerasan Penarikan Kendaraan Debt Collector, Bisa Lapor

Kompas.com - 31/01/2022, 07:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewasa ini tindakan kekerasan saat proses penagihan dan penarikan kendaraan bermotor yang menunggak angsuran oleh debt collector di Indonesia masih kerap terjadi.

Pada beberapa kasus, perampasan dilakukan, bahkan tidak jarang dilakukan di tengah jalan, sampai akhirnya menjadi perhatian masyarakat, lantas berujung keributan.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbar Yusri memastikan ternyata perusahaan pembiayaan tidak boleh melakukan peramapasan seperti aksi kriminal. Apabila masih nekat, masyarakat yang bersangkutan bisa langsung lapor.

Baca juga: Beberapa Faktor Penyebab Tikus Suka Bersarang di Ruang Mesin

Kericuhan antara pengemudi ojek online dan kelompok yang diduga debt collector di salah satu kantor leasing di Surabaya, Kamis (18/6/2020).SURYA/FIRMAN RACHMANUDIN Kericuhan antara pengemudi ojek online dan kelompok yang diduga debt collector di salah satu kantor leasing di Surabaya, Kamis (18/6/2020).

"Dalam melakukan penagihan itu ada etikanya, jika perusahaan pembiayaan mempekerjakan debt collector maka harus orang-orang yang bersertifikat," kata Yusri dilansir dari Antara, Sabtu (29/1/2022).

"Kami akan memberikan sanksi kepada perusahaan pembiayaan tersebut apabila melakukan kekerasan," kata dia, melanjutkan.

Akan tetapi ia juga mengingatkan masyarakat yang memiliki cicilan kendaraan pada perusahaan pembiayaan juga harus menunaikan kewajiban dengan membayar angsuran secara rutin hingga lunas.

"Jangan sampai saat petugas perusahaan pembiayaan datang ke rumah, malah ditunggu oleh orang sekampung menggunakan parang sehingga akhirnya petugas tidak bisa melakukan penagihan," ujar dia.

Akhirnya petugas dari perusahaan pembiayaan terpaksa menyetop dan menagih di jalan.

Baca juga: Masih Ada Saja Motor yang Nekat Lawan Arah di JLNT Casablanca

Pesan singkat Debt Collector di kamar kos Cengkareng kepada kreditur, kerap mengancam dengan kata-kata yang tidak menyenangkan, Senin (25/10/2021). Kompas.com/MITA AMALIA HAPSARI Pesan singkat Debt Collector di kamar kos Cengkareng kepada kreditur, kerap mengancam dengan kata-kata yang tidak menyenangkan, Senin (25/10/2021).

Pada satu sisi perusahaan pembiayaan juga harus menghimpun angsuran dari nasabah yang memiliki cicilan karena jika tidak akan mengalami kerugian.

Yusri memastikan jika masyarakat selaku nasabah menjalankan kewajiban dengan baik maka kasus perampasan kendaraan di jalanan tidak akan terjadi.

"Sebaliknya perusahaan pembiayaan juga harus mengedepankan etika dalam menagih cicilan," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.