Kendaraan Listrik Bebas BBN di Bangka Belitung

Kompas.com - 29/01/2022, 16:41 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, membebaskan tarif Bea Balik Nama (BBN) untuk kendaraan bermotor listrik.

Hal tersebut  merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam menyambut era elektrifikasi.

"Kita tidak mengambil pajak dari kendaraan berbasis listrik karena BBN sangat besar," kata Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan sebagaimana dikutip Antara, Jumat (28/1/2022).

Erzaldi mengatakan pihaknya telah membuat aturan khusus sehingga masyarakat tidak akan dibebankan BBN jika membeli kendaraan listrik.

Baca juga: Jangan Pernah Meninggalkan Anak Sendirian di Mobil

Mobil listrik Lexus UX 300e saat melakukan pengisian daya di SPKLU.KOMPAS.com/GILANG SATRIA Mobil listrik Lexus UX 300e saat melakukan pengisian daya di SPKLU.

Dukungan terkait, termasuk pengadaan stasiun pengisian daya listrik bagi kendaraan listrik di wilayahnya. Namun ia tidak menyatakan saat ini telah terdapat berapa SPKLU yang beroperasi.

"Terlebih lagi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum [SPKLU] telah tersedia di daerah ini," ujarnya.

Erzaldi menilai, kebijakan tersebut bagus untuk mengkerek permintaan pada kendaraan listrik. Terlebih Bangka Belitung, yang disebut sebagai wilayah penghasil material inti pembuatan komponen bakal kendaraan listrik.

Lebih lanjut Erzaldi berharap penggunaan kendaraan listrik dapat berdampak terhadap lingkungan sehingga udara semakin baik.

Baca juga: Catat, Ini Daftar Tarif Pajak Progresif Kendaraan di Awal 2022

Ilustrasi harga mobil listrik murah.KOMPAS.com/STANLY RAVEL Ilustrasi harga mobil listrik murah.

"Babel sebagai daerah penghasil sumber daya alam timah serta mineral ikutannya yang materialnya banyak digunakan untuk kendaraan listrik ini, tentunya banyak efek yang dihasilkan," katanya.

Selain Bangka Belitung, Pemprov DKI Jakarta sudah duluan memberikan pembebasan pajak BBN kendaraan bermotor berbasis listrik, baik roda dua maupun roda empat.

Kabarnya, daerah lain juga akan menerapkan kebijakan serupa seperti Jawa Barat dan Bali. Tapi hingga kini belum ada kabar terbaru.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.