Ada Tes Psikologi, Ini Tahapan Pembuatan SIM Baru

Kompas.com - 24/01/2022, 09:12 WIB
sejumlah pemohon SIM di kota Solo mengikuti tes kesehatan rohani atau psikologi, Senin (9/3/2020). Ari Purnomosejumlah pemohon SIM di kota Solo mengikuti tes kesehatan rohani atau psikologi, Senin (9/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tes kesehatan psikologis akan jadi tahapan wajib bagi pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Kabarnya, tes psikologi berlaku untuk pemohon SIM A dan SIM C. Aturan ini menyusul penerapan yang dilakukan sejumlah Polda di beberapa wilayah di Indonesia, seperti di Polda Jateng dan Polda Jatim.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, terdapat beberapa alasan yang mendasari adanya kewajiban mengikuti tes psikologi untuk pemohon SIM.

Baca juga: Tak Terima Ditilang karena Terobos Busway, Pria Ini Malah Ajak Duel Polisi

Smart SIM KOMPAS.com/Gilang Smart SIM

 

“Karena secara faktor keselamatan ini penting, ujian praktik itu kan hanya bisa menggambarkan skill. Tapi untuk menggambarkan psikologis ketika mengemudi, hanya bisa tergambar di ujian psikologi” ujar Sambodo, kepada Kompas.com belum lama ini.

Sebelumnya, pemohon SIM harus mengikuti tes kesehatan terlebih dahulu. Baru setelahnya mendatangi kantor Satpas SIM untuk melakukan tahapan selanjutnya berupa pengisian formulir, tes teori, dan tes praktik.

Namun dengan adanya tes psikologi, maka pemohon SIM harus mengikuti dan lolos tes psikologi terlebih dahulu sebelum mendatangi kantor Satpas.

Baca juga: Polri Tegaskan Ganti Warna Pelat Nomor dan Pasang Cip Tak Dipungut Biaya

Pos tes psikologi di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat. Foto diambil Kamis (21/6/2018).RIMA WAHYUNINGRUM Pos tes psikologi di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat. Foto diambil Kamis (21/6/2018).

Apabila seluruh tahapan tes tersebut sudah dilalui, baru pemohon SIM akan diminta untuk melakukan pembayaran biaya penerbitan SIM baru. Namun jika tidak lolos, pemohon bisa mengikuti ujian serupa di lain kesempatan sesuai waktu yang sudah ditentukan petugas.

Terkait biaya penerbitan SIM baru, sesuai dengan PP Nomor 76 Tahun 2020 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia, biaya pembuatan SIM dibagi beberapa jenis.

  • SIM A: Rp 120.000
  • SIM B I: Rp 120.000
  • SIM B II: Rp 120.000
  • SIM C: Rp 100.000
  • SIM C I: Rp 100.000
  • SIM C II: Rp 100.000
  • SIM D: Rp 50.000
  • SIM D I: Rp 50.000
  • SIM Internasional: Rp 250.000
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.