Kru Bus Pariwisata Bisa Bantu Penumpang Tidak Kena Tipu Tarif Parkir

Kompas.com - 20/01/2022, 16:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Belum lama ini ramai di media sosial foto kuitansi parkir bus di daerah Malioboro yang terlampau mahal. Untuk parkir selama kurang lebih satu jam, penyewa bus harus bayar parkir Rp 350.000.

Memang ada dugaan mark up harga yang dilakukan oleh kru bus wisata tersebut. Namun hal ini sulit untuk dibuktikan, siapa yang benar atau salah pada kasus seperti ini.

Hal yang perlu diwaspadai penyewa bus adalah menghindari kasus tarif tiket parkir yang asal-asalan harganya. Hal ini bisa diwujudkan dengan bekerja sama antara penyewa dan kru bus yang bertugas.

Baca juga: Begini Tips Agar Bayar Parkir Bus Pariwisata Enggak Kemahalan

Bio Smart & Safe Bus PO Sumber AlamDOK. PT HMSI Bio Smart & Safe Bus PO Sumber Alam

Anthony Steven Hambali, Pemilik PO Sumber Alam mengatakan, pada waktu tertentu seperti musim liburan, memang ada oknum petugas parkir yang memanfaatkan, jadi ada banyak tiket parkir saat bus masuk.

“Pertama di gerbang pas masuk, ditarik tiket, nanti di dalam ada lagi untuk parkir, nanti ada lagi pungutan macam-macam,” ucap Anthony kepada Kompas.com, Kamis (20/1/2022).

Anthony menjelaskan, untuk PO Sumber Alam, kru dibina untuk berpihak pada penumpang. Jadi ketika menemukan biaya parkir yang berlebihan, bisa diprotes dan meminta harga yang sewajarnya.

Baca juga: Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Online, Tanpa Harus ke Samsat

“Misalnya tarifnya diketok Rp 200.000, kru bisa bilang kalau biasanya enggak sampai segitu bayarnya. Kita kan rata-rata tahu lah harga normalnya di situ berapa,” kata Anthony.

Setelah dinego, ketua rombongan yang langsung berurusan dengan petugas parkir. Hal ini dilakukan untuk menghindari kejadian seperti di atas, jadi rombongan tahu berapa uang yang dibayarkan untuk sekali parkir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.