Penjualan Meroket, Toyota Avanza Kembali Jadi Raja Low MPV

Kompas.com - 16/01/2022, 10:41 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Penjualan kendaraan keluarga berkapasitas 7-penumpang dengan harga terjangkau atau biasa dikenal low multi purpose vehicle (LMPV) mengalami kenaikan positif sepanjang 2021.

Diolah Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pasar kendaraan sejuta umat ini naik 39 persen dibanding tahun sebelumnya jadi 141.390 unit.

Ini sejalan dengan tumbuhnya penjualan mobil nasional sebesar 66,8 persen dari periode Januari-Desember 2021 setelah diberlakukannya insentif PPnBM-DTP dan terhelatnya pameran otomotif nasional tahunan.

Baca juga: Penjualan Mobil di Indonesia Sepanjang 2021 Tembus Target

Ilustrasi penjualan mobilKOMPAS.com/STANLY RAVEL Ilustrasi penjualan mobil

Hanya saja, penguasaan segmen tersebut sedikit menurun dari 16,1 persen menjadi 15,9 persen saja karena terdapat beberapa model yang terhambat imbas pasokkan komponen cip semikonduktor, seperti Honda Mobilio.

Apabila ditarik garis panjang, pasar LMPV tahun lalu tampak mulai kembali ke posisi normal atau sebelum pandemi. Mengingat, rata-rata penjualan di segmen terkait tiap tahunnya ialah 220.000 unit.

Sementara untuk penguasa MPV murah ini sepanjang Januari-Desember 2021 ialah Toyota Avanza dan Veloz dengan 66.109 unit atau 46,7 persen dari total pasar.

Capaian tersebut naik hampir 50 persen atau dari 38.072 unit dengan total penguasaan 44,3 persen.

Tepat berada di bawahnya, diisi oleh Mitsubishi Xpander (tanpa Xpander Cross) dengan 30.286 unit atau berkuasa atas 21,4 persen dari total pasar LMPV. Artinya, meski di pandemi Covid-19 kedua model itu tetap bersaing cukup ketat.

Baca juga: AISI Prediksi Ekspor Motor Tahun 2022 Tembus 970.000 Unit

Pertarungan sengit Xpander dan Avanza di segmen LMPV.ILUSTRASI BACKGROUND-FREEVIRTUALSET.com Pertarungan sengit Xpander dan Avanza di segmen LMPV.

Kemudian secara berurutan diisi oleh Daihatsu Xenia (15.555 unit), Suzuki Ertiga (11.410 unit), dan Wuling Confero (10.449 unit). Dibanding tahun lalu ketiganya berhasil bergerak positif sampai sekitar 20 persen.

Namun nasib buruk dialami Honda Mobilio dan Nissan Livina yang tampak belum bisa bangkit. Alasannya beragam, seperti terdampak krisis pasokan cip semikonduktor hingga adanya peralihan produksi ke model lainnya.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.