Penjualan Mobil di Indonesia Sepanjang 2021 Tembus Target

Kompas.com - 14/01/2022, 08:10 WIB
Ilustrasi penjualan mobil. AUTONEWSIlustrasi penjualan mobil.

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri otomotif dalam negeri berhasil mencatatkan tren positif sepanjang 2021, baik dari sisi produksi maupun penjualan dari pabrik ke diler (wholesales) dan penjualan ritel.

Dilansir dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), dibandingkan tahun sebelumnya aktivitas produksi dan wholesales naik 60 persenan.

Dengan rincian, wholesales sepanjang tahun lalu berhasil mencapai 887.202 unit, naik 66,8 persen. Untuk produksi mobil, naik 62,6 persen dari Januari-Desember 2020 atau 690.150 unit menjadi 1.121.967 unit.

Baca juga: Rapor Ekspor Motor Indonesia Tahun 2021 

Pengunjung melihat mobil-mobil yang dipamerkan pada pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pengunjung melihat mobil-mobil yang dipamerkan pada pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Sementara pada sisi penjualan ritel alias dari diler ke konsumen di dalam negeri meningkat sebesar 49,3 persen, dari 578.321 unit menjadi sebanyak 863.348 unit.

Maka, secara kinerja penjualan tahunan, pencapaian di Januari-Desember 2021 telah sukses menembus target yang ditetapkan yaitu 850.000 unit. Namun, memang belum bisa menyamai torehan sebelum pandemi Covid-19.

Mengingat, pada 2019 lalu wholesales kendaraan roda empat atau lebih di Indonesia mampu mencapai 1.030.126 unit dan ritel-nya sebesar 1.043.017 unit.

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara menyatakan, kondisi tersebut dapat tercapai karena bantuan insentif dari pemerintah RI yaitu Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang dimulai sejak Maret 2021.

Di samping itu, Indonesia juga sudah bisa melaksanakan pameran otomotif tahunan sehingga merangsang daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga: Mulai Februari Mendatang, Sirkuit Formula E di Ancol Bakal Dibangun

Pekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho Pekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.

"Kita harapkan kondisi ini terus terjaga dan di 2022 mampu menjual sekitar 900.000 unit," katanya belum lama ini.

Adapun merek mobil dengan penjualan tertinggi selama Januari-Desember 2021 masih ditempati oleh Toyota dengan total 295.766 unit untuk kategori wholesales dan 290.499 unit untuk ritelnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.