Kompas.com - 15/01/2022, 15:42 WIB
Lampu belakang Raize GR Sport TOYOTA.ASTRA.CO.IDLampu belakang Raize GR Sport

JAKARTA, KOMPAS.com - Modifikasi lampu mobil saat ini mudah dilakukan, dan konsumen disuguhkan dengan berbagai pilihan modifikasi.

Selain modifikasi headlamp, lampu belakang saat ini juga kerap dilakukan. Tapi, ada lampu-lampu yang tidak boleh sembarangan dimodifikasi, karena akan menyalahi fungsi dan berpotensi membahayakan pengguna jalan lain.

Misalnya, lampu penanda mundur pada mobil warnanya putih dan ketika sedang aktif, cahayanya stagnan atau tidak kelap-kelip. Namun, masih ada orang yang memodifikasi lampu mundur sehingga menjadi kelap-kelip.

Baca juga: Modifikasi Lampu Mobil, Siap-siap Garansi Hangus

Padahal, jika mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan, pasal 106, dijelaskan bahwa lampu pada kendaraan bermotor tidak boleh menyinarkan cahaya kelap-kelip, kecuali lampu penunjuk arah dan lampu isyarat peringatan bahaya (lampu hazard).

Warna lampu juga tidak bisa diubah sembarangan, karena masing-masing warna lampu merepresentasikan fungsinya masing-masing. Misalnya, lampu warna merah untuk penanda berhenti, lampu berwarna putih di belakang mobil sebagai penanda lampu mundur.

Menanggapi hal ini, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menjelaskan bahwa modifikasi lampu perlu melihat manfaatnya terlebih dahulu.

Modifikasi Lampu Mobil Kelap-kelipinstagram.com/dashcam_owners_indonesia Modifikasi Lampu Mobil Kelap-kelip

Baca juga: Rawan Korsleting, Jangan Asal Ganti Lampu Mobil

"Perlukah modifikasi tambahan? Kalau ya, melanggar atau mengganggu enggak?" kata Sony saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (15/1/2022).

Modifikasi lampu juga berpotensi menimbulkan salah paham di antara pengendara lain. Pasalnya, lampu yang menyinarkan cahaya kelap-kelip pada mobil hanya lampu penanda arah dan lampu bahaya.

Jika lampu selain lampu-lampu tersebut dibuat kelap-kelip, ini dapat membuat pengguna jalan yang lain menjadi bingung.

"Modifikasi lampu tersebut, yakin tidak terjadi miskomunikasi terhadap pihak lain? Jangan-jangan orang lain bingung atau terganggu, malah justru menciptakan kecelakaan," jelas Sony.

Ia menekankan, pengguna kendaraan perlu memperhatikan cara berkendara yang baik agar bisa mengurangi bahaya ataupun kecelakaan.

"Evaluasi lagi cara berkendara, untuk meminimalisir bahaya, dengan menggunakan standar kendaraan yang ada," kata Sony.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.