Tilang Elektronik Mulai Berlaku di Palembang

Kompas.com - 07/01/2022, 14:22 WIB
Sejumlah kendaraan melintas di bawah kamera Closed Circuit Television (CCTV) di salah satu ruas jalan,  di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (15/3/2021). Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mencanangkan penerapan tilang elektronik  atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) secara nasional sebagai salah satu program prioritas dengan target penerapan tahap pertama dimulai pada Maret 2021 di 10 Polda dan tahap kedua Pada April 2021 di 12 Polda. ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/hp. ANTARA FOTO/ARNAS PADDASejumlah kendaraan melintas di bawah kamera Closed Circuit Television (CCTV) di salah satu ruas jalan, di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (15/3/2021). Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mencanangkan penerapan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) secara nasional sebagai salah satu program prioritas dengan target penerapan tahap pertama dimulai pada Maret 2021 di 10 Polda dan tahap kedua Pada April 2021 di 12 Polda. ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/hp.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan, mulai memberlakukan tilang elektronik alias Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) untuk menindak tiap pelanggaran lalu lintas di sembilan titik Kota Palembang.

Berfungsi merekam pelanggar lalu lintas, baik dari pengendara roda empat maupun dua, sistem tersebut resmi berlaku awal Januari 2022. Data rekaman terkait akan sinergi dengan RTMC Ditlantas Polda Sumsel.

"Pelanggar akan menerima surat konfirmasi yang dikirim melalui Pos serta harus mendatangi Front ETLE paling dalam 15 hari setelah terkena tilang lewat sistem itu," kata Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan Kombes M Pratama Adhyasastra.

Baca juga: ETLE Mampu Selesaikan 5 Masalah Lalu Lintas di Jalan

Salah satu kamera CCTV ETLE yang siap menangkap gambar pengendara yang melanggar untuk diberikan sanksi berupa denda tilang elektronikAprillio Akbar Salah satu kamera CCTV ETLE yang siap menangkap gambar pengendara yang melanggar untuk diberikan sanksi berupa denda tilang elektronik

Bila pelanggar tidak mengindahkan surat tersebut,  secara otomatis, dokumen kendaraan akan langsung terblokir.

Dari data Ditlantas, Pratama menyebut dalam satu hari terekam 50 pelanggaran dalam satu titik kamera. Petugas kepolisian yang berada di server secara bergantian selama 24 jam mengawasi hal tersebut.

Meski sudah berjalan, namun saat ini masih tahap sosialisasi. Pelanggar yang mendapat surat pelanggaran, dipersilakan melakukan konfirmasi terkait benar atau tidaknya atas perekaman pelanggaran yang terjadi.

Baca juga: Pelat Nomor dengan Cip, Denda Tilang Bisa Lebih Cepat

RTMC Polda SulutDok. Humas Polda Sulut RTMC Polda Sulut

“Kalau sudah dikonfirmasi, maka akan diterapkan sanksi sesuai dengan denda tilang yang sudah tercantum dalam pasal-pasal tilang. Itu yang akan kita berlakukan,” kata Pratama.

“Jadi akan kita kenakan sanksi tilang maksimal. Jumlah tilang akan kita musyawarahkan dengan instansi terkait. Tentunya kita akan berkordinasi dengan Kejaksaan dan Pengadilan,” lanjutnya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.