Sinergi Teknologi WIM dengan E-TLE Perlu Perhatikan Banyak Aspek

Kompas.com - 02/01/2022, 16:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah resmi memberlakukan Weight In Motion (WIM) untuk mencegah adanya truk yang Over Dimension dan Over Loading (ODOL). Fasilitas ini juga akan bersinergi dengan E-TLE atau tilang elektronik.

Penerapan WIM di jalan tol ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan (Menhub) Nomor 116 Tahun 2021 tentang Pengawasan dan Penindakan Terhadap Kendaraan Angkutan Barang atas Pelanggaran ODOL di Jalan Tol.

Budiyanto, pemerhati masalah transportasi, mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berkenaan dengan teknologi WIM.

Baca juga: Cegah Truk ODOL, Fasilitas WIM di Jalan Tol Diterapkan Mulai Hari Ini

"Alat tersebut harus mendapatkan sertifikasi (kalibrasi) secara berkala untuk menjamin akurasi hasil timbangan," ujar Budiyanto, dalam keterangan resminya.

Razia ODOL di Tol Jakarta-Cikampek jelang Nataru 2020-2021Jasa Marga Razia ODOL di Tol Jakarta-Cikampek jelang Nataru 2020-2021

Lalu, menurut Budiyanto, yang berwenang untuk melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan sesuai dengan Undang-Undang adalah Polri dan PPNS. Namun, dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan melibatkan petugas jalan tol.

"Secara teknis, harus diatur tidak boleh petugas jalan tol terlibat terlalu jauh di luar kewenangan," kata Budiyanto.

Budiyanto menambahkan, bagi pelanggar akan ditagih saat bayar pajak. Sesuai dengan Undang-Undang bahwa setiap pelanggaran di bidang lalu lintas diperiksa menurut acara pemeriksaan cepat dapat dikenai denda berdasarkan penetapan pengadilan. Menurutnya, hal tersebut perlu juga dirumuskan teknisnya.

Baca juga: 13 Truk ODOL Terjaring Penegakan Hukum di Tol Jakarta-Cikampek

"Pemeriksaan di gerbang tol dan ruas jalan tol akan mereduksi fungsi jalan tol, di mana bahwa jalan tol dirancang untuk kendaraan kecepatan tinggi," ujar Budiyanto.

Razia ODOL di Tol Jakarta-Cikampek jelang Nataru 2020-2021Jasa Marga Razia ODOL di Tol Jakarta-Cikampek jelang Nataru 2020-2021

Menurutnya, penerapan sistem teknologi WIM yang akan diintegrasikan dgn E-TLE Polri harus betul dipersiapkan dengan matang. Sebab, konteksnya dengan penegakan hukum yang tentunya akan berkonsekuensi terhadap masalah-masalah hukum.

"Bagaimana mampu menghadirkan timbangan yang akurasi hasilnya dapat dipertanggungjawabkan, penyiapan pusat data (Big Office), dan sumber daya manusia yang mumpuni," kata Budiyanto.

Razia kendaraan over dimension over loading (ODOL).Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Razia kendaraan over dimension over loading (ODOL).

Budiyanto mengatakan, realisasi kebijakan tersebut sebenarnya intinya ada pada penegakan hukum dengan sistem E-TLE. Menurutny, tanpa penerapan penegakan hukum akan lahir kebijakan yang setengah hati atau tanggung.

"Ingat bahwa pelanggaran zero ODOL sudah direncanakan cukup lama. Namun, tertunda terus akibat banyak kepentingan," ujar Budiyanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.