Target Indonesia Produksi 600.000 Unit Mobil Listrik pada 2025

Kompas.com - 29/12/2021, 18:21 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita masih optimis dapat mencapai target produksi mobil listrik sebanyak 600.000 unit di Tanah Air pada 2025 mendatang.

Hal tersebut, sejalan dengan komitmen dari berbagai produsen otomotif di Indonesia yang akan memulai aktivitas produksi dan penasaran kendaraan terkait mulai tahun depan.

Beberapa di antaranya, Hyundai dan Wuling dengan kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB) atau mobil listrik murni, serta Toyota Indonesia melalui hybrid electric vehicle (HEV).

Baca juga: Kemenhub Siap Hadirkan Alat Pengujian Kendaraan Listrik

Sebuah fasilitas charger super cepat mobil listrik milik Ampol di Seven Hills, Sydney.ABC INDONESIA Sebuah fasilitas charger super cepat mobil listrik milik Ampol di Seven Hills, Sydney.

"Sejauh ini, target mengenai kendaraan listrik yang tertuang di dalam peta jalan Kementerian Perindustrian masih belum ada perubahan, masih on," katanya dalam konverensi pers, Rabu (29/12/2021).

"Pada 2025, kita akan memproduksi 600.000 unit electric car dari berbagai pabrikan. Lalu di 2030, kita menargetkan menjadi hub ekspor pada sektor terkait," lanjut Agus.

Sehingga, Indonesia bisa lebih cepat menuju program elektrifikasi dan bisa menurunkan emisi CO2 sebesar 2,7 juta ton dalam periode terkait.

Hanya saja, diakui permintaan dan penerimaan pasar terhadap kendaraan listrik masih menjadi tantangan tersendiri. Sebab, harganya yang masih cukup tinggi dan terbatasnya ketersediaan fasilitas pendukung.

Demikian dikatakan oleh Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier dalam kesempatan terpisah.

Baca juga: Garasi Disambangi Pencuri, Pebalap MotoGP Ini Minta Bantuan Netizen

Hyundai memperkenalkan produk terbarunya, yakni Hyundai IONIQ Electric untuk mendukung kendaraan yang ramah lingkungan di Indonesia.Dok. Hyundai Motor Company Hyundai memperkenalkan produk terbarunya, yakni Hyundai IONIQ Electric untuk mendukung kendaraan yang ramah lingkungan di Indonesia.

"Belum lagi bila berbicara resale value, yang mana masyarakat Indoensia masih turut memperhatikan faktor tersebut. Sehingga harus benar-benar dikulik sampai dalam supaya menumbuhkan keyakinan pasar," kata dia.

Ia berharap, dengan beroperasinya pabrik baterai untuk kendaraan listrik di dalam negeri melalui PT HKML Battery Indonesia di Karawang, Jawa Barat, mampu menekan harga jual mobil listrik.

Kemudian, pihak leasing atau perusahaan pembiayaan juga bisa secara jernih untuk menaksir penurunan harga jual kembali atas mobil berjenis tersebut. Sehingga dalam jangka panjang, ekosistem dapat tercipta.

"Jangan berbicara seperti kasus telur dan ayam (lebih mana duluan), tetapi harus bersama-sama. Tidak bisa sendiri-sendiri," kata Taufiek.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.