Kompas.com - 27/12/2021, 19:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mencuci helm ternyata memang tidak sulit, namun pengguna motor tetap perlu berhati-hati. Salah langkah mencuci helm bisa merusak komponen helm secara permanen.

Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk mencuci helm secara mandiri, yaitu dengan melepas bagian-bagian dalam helm dan mencucinya satu persatu, atau merendam seluruh bagian helm dengan air.

Sebelum melepas bagian-bagian dalam helm yang berupa busa atau bantalan, pengguna motor harus memahami terlebih dahulu, apakah komponen helm tersebut bisa dibongkar-pasang atau tidak.

Baca juga: Shaving Foam, Alternatif Lawan Embun di Visor Helm

"Biasanya begini, dibuka aja dulu bagian dalamnya. Tapi saran dari saya, diteliti dulu cara membukanya. Jangan main asal buka aja, nanti pasangnya nggak bisa," jelas Ahmad, pegiat Komunitas Belajar Helm, Senin (27/12/2021).

Ia menekankan, pengendara helm perlu menelaah dulu cara membuka komponen dalam helm yang akan dicuci. Jika komponen helm tidak bisa dibongkar, helm bisa direndam tanpa harus dilepas bagian-bagiannya.

Untuk merendam helm, Ahmad menyarankan pengendara motor untuk menggunakan pembersih cair ketimbang pembersih bubuk.

"Sabunnya sebisa mungkin cair ya. Kalau bubuk itu kan larutnya susah, lama. Sabun cair bisa langsung larut. Jadi biar simpel aja," ujarnya.

Ilustrasi helm half face RSV SV300                  rsvhelmets.co.id Ilustrasi helm half face RSV SV300

Bagian dalam helm pun tidak perlu digosok menggunakan sikat atau benda-benda lain yang berpotensi merusak bahan kain di bagian dalam helm. Karena, bagian dalam helm biasanya terbuat dari serat kain yang mudah terurai jika digosok terlalu keras.

"Pas udah direndam, diusap-usap pakai jari tangan gitu, nggak usah pakai sikat, udah turun kotorannya," jelas Ahmad.

Hal yang paling penting, Ahmad menambahkan, helm yang dicuci harus dikeringkan hingga benar-benar kering agar tidak lembab dan berjamur.

Cara mengeringkan helm juga beragam dan terbilang mudah, misalnya dengan menghadapkan helm ke blower atau kipas angin.

Untuk mencegah jamur, helm yang sudah dikeringkan bisa disemprotkan spray anti jamur. "Ini untuk mencegah berkembangnya jamur. Kan ada juga tuh, yang buat baju, kain, pakai itu nggak apa-apa," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.