Musim Hujan Banyak Jalan Berlubang, Ini Tips buat Pengendara Motor

Kompas.com - 27/12/2021, 19:21 WIB
Pengendara motor mesti ekstra hati-hati jika melewati jalan rusak atau berlubang. Foto: Tangkapan layarPengendara motor mesti ekstra hati-hati jika melewati jalan rusak atau berlubang.
|


JAKARTA, KOMPAs.com - Jalan berlubang merupakan musuh pengguna jalan raya, terutama pengendara sepeda motor. Jalan berlubang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Pengendara motor mesti ekstra hati-hati jika melewati jalan rusak atau berlubang. Seperti dalam video yang diunggah akun Instagram Jakarta Terkini.

Dalam video tersebut diperlihatkan sejumlah pengendara motor berusaha menghindari jalan berlubang di sebutkan terletak di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Baca juga: Cara Menghilangkan Bau dan Abu Rokok di Kabin Mobil

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Jakarta Terkini (@jakarta.terkini)

 

Beberapa pengendara motor mencoba mencari ruas jalan yang aman dari lubang, tapi di satu sisi hal tersebut jadi berbahaya karena dikhawatirkan meningkatkan risiko terserempet mobil atau bus Transjakarta.

Hendrik Ferianto, Instruktur Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM), mengatakan, ada cara aman yang bisa dilakukan pengendara motor saat melewati jalan berlubang.

Jika khawatir bakal terserempet mobil maka lebih baik lewati lubang tersebut. Tapi cara melewatinya juga mesti benar, supaya tetap aman dan pelek tidak peyang.

“Cara melewati lubang, pertama rem. Lakukan pengereman depan seefektif mungkin. Anda kurangi kecepatan sebanyak mungkin sebelum masuk lubang,” ujar Hendrik lewat telekonferensi belum lama ini.

Setelah roda sudah memasuki lubang, segera lepas tuas rem dan biarkan motor berjalan tanpa hambatan.

Baca juga: Fortuner Legender Meluncur Awal Tahun 2022, Ini Bocoran Variannya

Ilustrasi jalan berlubangKOMPAS.com/RISKA FARASONALIA Ilustrasi jalan berlubang

“Kalau direm, kemudian roda bertemu dengan sudut lubang, maka impact atau momentum benturan saat Anda masuk lubang, akan langsung diterima pelek, dan juga oleh suspensi,” ucap Hendrik.

“Kalau suspensi tidak mampu meredam, maka peleknya yang akan speleng. Tapi kalau tidak direm, momentum atau impak yang harus diterima ketika menghajar lubang, menjadi rotasi,” kata dia.

Dengan melakukan teknik ini, kata Hendrik, maka kerusakan atau dampak dari benturan tersebut bisa diminimalisir.

“Sehingga dampak dari jatuhnya atau dampak kerusakannya, ini tidak akan separah kalau Anda ngerem di dalam lubang. Tapi yang paling aman, Anda harus berkendara dengan pelan dan utamakan keselamatan,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.