Kompas.com - 23/12/2021, 19:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat membeli oli, ada kode pada kemasan pelumas kendaraab yang perlu diperhatikan. Kode SAE (Society of Automotive Engineers) mengindikasikan angka kekentalan oli, dan API (American Petrolium Institute) adalah kode yang mengindikasikan angka kegunaan sebuah oli.

Kode SAE dan API pada kemasan pelumas perlu diperhatikan, agar pelumas yang akan dipakai sesuai dengan kebutuhan mesin. Kode SAE mengindikasikan kekentalan pelumas saat mesin sedang bekerja.

Melansir situs Auto2000, kode yang tertera adalah SAE 10 W-30, 10 W-40, atau 20 W-40, 20 W-50.

Baca juga: Alasan Ganti Oli Mesin dan Gardan Skutik Beda Interval

Huruf W berarti ‘winter’, yang artinya formulasi oli tersebut disesuaikan untuk musim dingin dan panas, agar oli tidak mengental saat suhu mobil sedang dingin.

Semakin kecil angka SAE, maka semakin encer formula pelumas tersebut. Oli dengan angka SAE kecil akan lebih susah mengeras saat suhu mesin mobil dingin, sehingga mesin tetap bisa dinyalakan.

Sedangkan kode API mengindikasikan kualitas pelumas. Kode API diikuti dengan tambahan dua huruf, yang melambangkan jenis mesin kendaraan.

Kode yang diawali huruf S melambangkan jenis kendaraan bensin, sedangkan C melambangkan mesin diesel.

Produk oli mobil dari Evalube yang dapat dibeli secara online di sejumlah marketplace.Evalube Produk oli mobil dari Evalube yang dapat dibeli secara online di sejumlah marketplace.
Kode API yang biasanya tertera pada mesin bensin ialah SA, SB, SC, SD, SE, atau SF. Pada huruf ke dua, semakin besar menurut abjad huruf maka pelumas digunakan untuk mesin yang lebih modern.

Mobil keluaran lama disarankan untuk tidak menggunakan oli keluaran terbaru atau oli untuk mesin modern.

Berikut ini adalah klasifikasi kode API untuk mesin bensin:

1. SA = Minyak murni tanpa bahan tambahan.
2. SB = Mesin operasi ringan dengan sedikit antioxidant.
3. SC = Oli yang mengandung detergen, dispersant dan antioxidant.
4. SD = Digunakan untuk mesin yang beroperasi dengan temperatur tinggi.
5. SE = Digunakan untuk mesin yang beroperasi sedang, dengan resisting agent dan antioxidant yang lebih banyak.
6. SF = Memiliki tingkat aliran tinggi, dengan daya tahan yang tinggi.

Sedangkan berikut adalah klasifikasi API untuk mesin diesel:
1. CA = Untuk mesin diesel operasi ringan.
2. CB = Untuk mesin diesel operasi sedang.
3. CC = Untuk mesin diesel yang menggunakan turbocharger dengan operasi temperatur sedang.
4. CD = Untuk mesin diesel yang menggunakan turbocharger dengan sedikit sulfur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.