Mobil Terobos Banjir, Jangan Sampai Membuat Efek Ombak Besar

Kompas.com - 23/12/2021, 18:21 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Berkendara sambil menerobos banjir mungkin sudah menjadi hal yang wajar bagi yang tinggal di daerah pesisir, atau lokasi langganan hujan.

Namun alangkah baiknya kita melakukan hal tersebut dengan pengetahuan yang cukup, agar tidak merugikan orang lain.

Seperti video yang baru-baru ini viral di media sosial. Di mana sebuah mobil yang menerjang banjir, awalnya berjalan normal, sampai ketika melewati sebuah gerobak.

Baca juga: Mirip NMAX, Intip Calon Skuter Listrik Baru Yamaha

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Info Jabodetabek (@info_jabodetabek)

Ombak yang diciptakan mobil tersebut sampai membuat sebuah gerobak terbalik. Sayangnya, pengendara mobil itu terus melaju.

Pemilik gerobak pun harus bersusah payah mendirikan kembali gerobak yang jatuh, dengan dibantu warga sekitar, karena pengendara yang ceroboh.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, mengatakan, ada cara yang bisa dilakukan pengemudi agar tidak menciptakan efek ombak yang besar saat menerobos banjir.

Baca juga: Video Bus Nekat Terobos Palang Pelintasan Kereta Api, Penumpang Panik Berhamburan

Sejumlah pengendara berusaha menerobos genangan air di Jalan Stasiun, Medan. KOMPAS.com/DANIEL PEKUWALI Sejumlah pengendara berusaha menerobos genangan air di Jalan Stasiun, Medan.

“Jadi saat melewati banjir lakukan dengan kecepatan yang rendah, di posisi gigi 1 dan rpm rendah, plus gas konstan,” ujar Sony, kepada Kompas.com (22/12/2021).

“Rekomendasi kecepatan 5 kpj sampai 10 kpj, dengan catatan tinggi genangan maksimal hanya 20 cm,” kata dia.

Sony menambahkan, berkendara dengan kencang di genangan air justru memungkinkan air tersedot ke dalam ruang mesin dan masuk ke ruang bakar.

Baca juga: Balap Formula E Jakarta Bakal Digelar di Ancol

Genangan air setinggi kurang lebih 60 sentimeter menggenangi Jalan Boulevard Modernland, Kelapa Indah, Kota Tangerang pada Selasa (16/2/2021) sejak pukul 10.00 WIB. (istimewa) Genangan air setinggi kurang lebih 60 sentimeter menggenangi Jalan Boulevard Modernland, Kelapa Indah, Kota Tangerang pada Selasa (16/2/2021) sejak pukul 10.00 WIB.

Menurutnya, ngebut saat banjir dengan harapan mesin tidak mati merupakan pola pikir yang salah. Sebab perilaku melewatu banjir seperti itu malah bikin mesin mati atau rusak.

“Semakin kencang kendaraan bergerak di kondisi banjir, maka semakin besar efek ombak yang berdampak kepada naiknya muka air di depan kap mesin,” ucap Sony.

“Dan efek ombak tersebut membuat gelombang yang menciptakan dorongan di sekitarnya dan merusak atau mengganggu,” tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.