Kemenhub Angkat Bicara Soal Kejelasan Ganjil Genap di Jalan Tol

Kompas.com - 21/12/2021, 09:02 WIB
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi KEMENHUBDirektur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski sistem ganjil genap di empat ruas jalan tol batal diterapkan saat libur Natal dan tahun baru (Nataru), namun Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan hal tersebut masih memungkinkan untuk dilakukan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, pada prinsipnya selama masa angkutan Natal dan tahun baru, pihaknya telah menyiapkan beberapa pola terkait antisipasi peningkatan volume kendaraan.

"Kami menyiapkan manajemen dan rekayasa lalu lintas atas koordinasi dengan kepolisian, PUPR, dan BUJT jalan tol. Jadi mana kala ada peningkatan volume kendaraan baik di jalan tol atau nasional, kami merekomendasikan contra flow, satu arah, dan ganjil genap," ucap Budi dalam konfernsi pers secara virtual, Senin (20/12/2021).

Baca juga: Ini Aturan dan Syarat Perjalanan Darat Terbaru Selama Libur Nataru

Menurut Budi, ketiga manajemen lalu lintas tersebut bersifat sangat situasional. Artinya, bisa diterapkan atas diskresi kepolisian dengan melihat situasi dan kondisi lalu linta atau menyesuaikan kebutuhan di lapangan.

Penumpukan kendaraan terjadi saat petugas melakukan penyekatan di depan Gerbang Tol Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/7/2021). Selama PPKM Darurat, Kota Bandung tertutup bagi warga dari luar wilayahnya, hal tersebut dilakukan untuk menekan mobilitas masyarakat dan mengurangi penyebaran Covid-19.KOMPAS.com/AGIE PERMADI Penumpukan kendaraan terjadi saat petugas melakukan penyekatan di depan Gerbang Tol Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/7/2021). Selama PPKM Darurat, Kota Bandung tertutup bagi warga dari luar wilayahnya, hal tersebut dilakukan untuk menekan mobilitas masyarakat dan mengurangi penyebaran Covid-19.

Budi menegaskan, ketiga rekomendasi tersebut memang disiapkan oleh Kemenhub sebagai langkah antisipasi di lapangan, lantaran secara prediksi bakal terjadi lonjakan volume kendaraan di masa libur Natal dan akhir tahun.

"Untuk eksekusinya sangat tergantung dari diskresi kepolisian. Jadi kalau masih ada yang bertanya ganjil genap kapan dilakukan, kami tegaskan ini sangat mungkin dilakukan sepanjang ada penilaian dari kepolisian di lapangan," ujar Budi.

"Selanjutnya untuk pemerintah daerah, khususnya di kawasan-kawasan pariwisata punya kewenangan untuk melakukan manajemen lalu lintas seperti yang kamisampaikan tadi (ganjil genap, one way, contra flow)," lanjutnya.

Baca juga: Daftar Pemenang Final Battle Honda Modif Contest 2021

Salah satu ruas Jalan Tol Jagorawi disekitar Kampung Makasar, Jakarta, Jumat (7/7). Titik awal pembangunan Tol Jagorawi di Jakarta dimulai titik di sekitar sungai yang dilintasi tol tersebut.

Kompas/Heru Sri Kumoro (KUM)
07-07-2017

untuk jalan-jalan metroHERU SRI KUMORO Salah satu ruas Jalan Tol Jagorawi disekitar Kampung Makasar, Jakarta, Jumat (7/7). Titik awal pembangunan Tol Jagorawi di Jakarta dimulai titik di sekitar sungai yang dilintasi tol tersebut. Kompas/Heru Sri Kumoro (KUM) 07-07-2017 untuk jalan-jalan metro

Seperti diketahui, sebelumnya Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, bila aturan ganjil genap di empat ruas jalan tol batal diterapkan.

"Kebijakan tersebut tidak jadi atau setidaknya ditunda," ujar Sambodo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.