Terkena Abu Vulkanik, Klaim Asuransi Kendaraan Bisa Tidak Disetujui

Kompas.com - 05/12/2021, 11:41 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kerusakan kendaraan bermotor akibat terkena bencana alam seperti terpapar abu vulkanik sebagai dampak dari erupsi Gunung Semeru, tidak bisa diklaim asuransi.

Hal tersebut berlaku tanpa melihat besaran dampak yang dihasilkan pada kendaraan terkait. Artinya, meski kerusakan hanya sedikit saja pemilik tak memiliki hak untuk meminta pertanggungan.

Dijelaskan SVP Communication & Customer Service Management Asuransi Astra Laurentius Iwan Pranoto, kebijakan ini sudah tertuang dalam Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia pasal 3.

Baca juga: Ini 3 Faktor yang Bisa Bikin Bus Terbakar

K160-19 02032021 Dampak APG 3 Kecamatan Terpapar Abu Vulkanik sinabungHENDRI SETIAWAN K160-19 02032021 Dampak APG 3 Kecamatan Terpapar Abu Vulkanik sinabung

Mengenai bentuk bencana alam yang tertulis dalam polis meliputi gempa bumi, letusan gunung berapi, angin topan, badai, tsunami, hujan es, banjir, genangan air, tanah longsor, atau gejala geologi dan meteorologi lainnya.

Berikut bunyi aturan terkait;

Pertanggungan ini tidak menjamin kerugian, kerusakan dan/atau biaya atas Kendaraan Bermotor dan/atau tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga yang langsung maupun tidak langsung disebabkan oleh, akibat dari, ditimbulkan oleh :

3.1.kerusuhan, pemogokan, penghalangan bekerja, tawuran, huru-hara, pembangkitan rakyat, pengambil-alihan kekuasan, revolusi, pemberontakan, kekuatan militer, invasi, perang saudara, perang dan permusuhan, makar, terorisme, sabotase, penjarahan;

3.2. gempa bumi, topan, badai, tsunami, hujan es, banjir, genangan air, tanah longsor atau gejala geologi atau meteorologi lainnya;

3.3. reaksi nuklir, termasuk tetapi tidak terbatas pada radiasi nuklir, ionisasi, fusi, fisi atau pencemaran radio aktif, tanpa memandang apakah itu terjadi di dalam atau di luar Kendaraan Bermotor dan/atau kepentingan yang dipertanggungkan.

Baca juga: Ini Penyebab Cakram Mobil Muncul Bercak Karat

Pola pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi erupsi Gunung Semeruistimewa Pola pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi erupsi Gunung Semeru

"Meski begitu, pemilik kendaraan bisa melakukan perluasan perlindungan baik karena yang disebabkan kerusuhan, huru-hara, banjir, angin topan, gempa bumi, tsunami, gunung meletus, dan tanah longsor," kata Iwan kepada Kompas.com dalam keterangan tertulis.

"Jadi, bila pemilik polis atau yang bersangkutan memiliki perluasan jaminan terhadap dampak bencana alam, baru bisa diklaim. Maka coba dilihat lagi bagaimana klausul polisnya" tambah dia.

Apabila sudah dipastikan kendaraan memiliki perluasan pertanggungan di polis standar, sebaiknya segera melaporkan kerusakannya. Pemilik memilki waktu lima hari dari waktu kejadian untuk melaporkan kerusakan.

"Setelah melakukan pelaporan surveyor akan datang melihat kerusakan yang terjadi dengan kendaraan Anda," kata Iwan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.