Tak Terima Anaknya Ditilang, Pria Ini Serang Petugas Pakai Celurit

Kompas.com - 26/11/2021, 07:42 WIB
Pelaku penyerangan anggota Satlantas Polres Banyuasin, Sumatera Selatan lantaran tak terima anaknya ditilang. Tangkapan Layar InstagramPelaku penyerangan anggota Satlantas Polres Banyuasin, Sumatera Selatan lantaran tak terima anaknya ditilang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Beredar di media sosial sebuah video yang memperlihatkan seorang pria nekat mengejar anggota polisi menggunakan parang dan celurit lantaran tak terima anaknya ditilang.

Insiden yang terjadi di Jalan Jalan Palembang-Betung, tepatnya di Simpang Tuga Polwan, Kelurahan Betung, Kabupaten Banyuasin, viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @Palembang.eksis.

Kejadian bermula saat anggota Satlantas Polres Banyuasin yakni Bripka Angga Novriadi sedang bertugas mengatur lalu lintas di lokasi kejadian. Angga kemudian melihat seorang pengendara sepeda motor Yamaha Vega R tidak menggunakan helm.

Baca juga: Ketemu Pengendara Tanggung, Harus Jago Antisipasi

Anggota tersebut langsung menghentikan dan memeriksa pengendara tersebut. Lantaran pengendata tak membawa surat-surat kendaraan dan tidak memiliki SIM, Bripka Angga mengenakan sanksi tilang dan menyita kendaraan.

Tak berselang lama, datang satu unit mobil Taft berhenti dilokasi. Tiga orang terlihat turun dari mobil untuk menemui petugas terkait penilangan terhadap pengendara yang ternyata merupakan anaknya.

Setelah diberi penjelasan, orang tua anak tersebut tak puas dan kembali ke dalam mobil mengambil sebilah parang dan celurit untuk menyerang Bripka Angga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PALEMBANG EKSIS?? (@palembang.eksis)

“Motifnya karena tidak senang anaknya ditilang sehingga menyerang personel dengan senjata tajam. Personel tersebut lari untuk menyelamatkan diri, sementara parang dan celurit yang digunakan berhasil kita sita sebagai bukti,” ucap Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Ade Ikang Putra, Kamis (25/11/2021).

Menanggapi hal ini, Psikolog Adi Sasongko mengatakan, pengendara atau pengemudi yang emosi saat ini bukan kali pertama terjadi.

“Fenomena ini memang sudah cukup banyak. Menurut saya ini karena ada sikap tolerasi yang cenderung mulai terkikis. Baik toleransi kepada petugas hukum maupun masyarakat lain,” ucap Adi.

Menurutnya, hilangnya sikap toleransi ini sayangnya dilakukan saat berkendara. Ditambah lagi pengendara di jalan raya tidak patuh terhadap hukum yang berlaku.

Polisi lalu lintas menilang sejumlah pengendara motor yang melawan arah di Jalan Panglima Polim tepatnya di Stasiun MRT Blok A, Pulo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (30/9/2021) sore.KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO Polisi lalu lintas menilang sejumlah pengendara motor yang melawan arah di Jalan Panglima Polim tepatnya di Stasiun MRT Blok A, Pulo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (30/9/2021) sore.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.