Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 18/11/2021, 13:21 WIB
Gilang Satria,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi


JAKARTA, KOMPAS.com - Cepat atau lambat sepeda motor listrik akan makin menggeliat. Perusahaan rintisan lokal bermunculan untuk menangkap momentum tersebut.

Seperti yang terlihat di booth Komunitas Sepeda Motor Listrik Indonesia (Kosmik) GIIAS 2021, yang menampilkan banyak startup sepeda dan motor listrik asal Indonesia.

Salah satu yang unjuk gigi ialah Java e-moto. Menariknya desainnya bukan skuter seperti banyak motor listrik yang ada saat ini, melainkan motor bergaya tracker.

Baca juga: Valentino Rossi Disebut Bakal Jajal Motor Ducati MotoGP

Motor listrik Java e-moto di GIIAS 2021KOMPAS.com/Gilang Motor listrik Java e-moto di GIIAS 2021

Andry Cahya, penggagas Java e-moto mengatakan pihaknya punya tiga model yaitu scrambler, tracker dan racer. Tapi untuk di GIIAS 2021 pihaknya hanya menampilkan satu model.

Sebelumnya, sekitar Februari 2020 Kompas.com pernah berkomunikasi dengan Andry, saat itu motor Java e-moto masih berbetuk prototipe dengan nama Java Electric Motorcycles (JEM).

"Jadi motor ini prototipenya biasa ada yang beberapa kurang pas, antara lain ketinggiannya, jenis shock kemudian kita trial lagi, mulai dari shock belakang, jarak tempuh dalm lainnya," kata Andry kepada Kompas.com, di IC BSD City.

Motor listrik Java e-moto di GIIAS 2021KOMPAS.com/Gilang Motor listrik Java e-moto di GIIAS 2021

Kini kata Andry motor sudah siap diproduksi dan dijual ke masyarakat.

"Ini mau mulai jualan. Harga buat Java e-moto scrambler Rp 85 juta, tipe tracker Rp 105 juta dan racer Rp 130 juta," katanya.

Baca juga: Keunggulan Oli Keluaran Hino untuk Mesin Bus

Kelebihan motor buatannya kata Andry ialah motor dibuat menggunakan mesin Computer Numerical Control (CNC). Sehingga tingkat presisinya terjaga.

Motor listrik Java e-moto di GIIAS 2021KOMPAS.com/Gilang Motor listrik Java e-moto di GIIAS 2021

Beberapa bagian yang menggunakan CNC ialah sasis, lengan ayun, lampu depan dan pijakan kaki pengendara.

"Kelebihan dari sistem kita ialah pakai CNC, yang kerja mesin, bikin 1 sampai 10 (unit) bentuknya sama. Presisi, cuma tinggal modelnya saja kita ubah," katanya.

Andry mengatakan target pasarnya ialah orang yang suka main tanah atau kegiatan off road tapi ingin sensasi berbeda yaitu mengendarai motor listrik.

"Sementara ini kita buat trek, buat yang doyan main dirt bike, off road, flat track, itu mengarah ke situ. Jadi ini untuk ke jalan raya belum," katanya.

Motor listrik Java e-moto di GIIAS 2021KOMPAS.com/Gilang Motor listrik Java e-moto di GIIAS 2021

Spesifikasi Java e-moto:

Motor: QS BLDC 5 kW hub
Intrument display: QS
Controller: 50A
Battery: Li ion 60V/60AH
Front fork: Kawasaki KLX 150 USD
Rear suspension: YSS
Front brakes set: TDR Racing
Rear brakesset: TDR Racing
Wheels: Alumunium
Front tyre: Pirelli 110/80-18
Rear tyre: Pirelli 160/60-17
Head lamp dan foot rest: Billet CNC
Seat: custom
Frame: Billet CNC
Swingarm: Billet CNC
Distance: 70 km
Top speed 90 km/h

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com