Kompas.com - 17/11/2021, 11:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Langkah serius pemerintah untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai menjadi transportasi jalan disambut positif para produsen otomotif di dalam negeri.

Kenyataan tersebut terbukti dari banyaknya produk terkait yang diperkenalkan ke masyarakat Indonesia agar mempercepat masa pembentukkan ekosistem elektrifikasi kendaraan.

Hanya saja, saat ini masih terdapat beberapa pabrikan serta agen tunggal pemegang merek (ATPM) yang merasa belum bisa bergerak secara agresif menyambut program terkait.

Baca juga: Jadwal dan Lokasi Uji Emisi Gratis di Depok

Audi RS 4 AvantKOMPAS.com/STANLY RAVEL Audi RS 4 Avant

Salah satu pertimbangannya, persiapan infrastruktur penunjang kendaraan listrik di Tanah Air belum merata. Demikian dikatakan Product Expert and Trainer PT Garuda Mataram Motor (Audi Indonesia), Agung Ariyanto.

"Prihal electric vechile (EV), kami masih melakukan observasi bagaimana langkahnya di Indonesia. Sebab ini tidak sekadar unit itu ada atau tidak, tetapi lebih dari itu," katanya di ICE BSD, Tangerang, Selasa (16/11/2021).

"Indonesia kan negara yang luas, jadi kesiapannya kita harus lihat lagi tak cuma bicara di Jakarta saja," lanjut Agung.

Terlebih, para pengguna kendaraan di Indonesia masih suka berpergian dengan jarak yang cukup jauh. Khususnya, saat mendapati libur panjang tahunan.

Meski demikian, Agung tidak menutup kemungkinan bahwa pihaknya pada suatu saat akan menghadirkan kendaraan listrik ke Indonesia seperti yang telah dilakukan di negara asalnya, Jerman.

Baca juga: Audi Bawa Q8 Berjubah Sporty ke Lantai GIIAS 2021

BMW i8 Roadster di GIIAS 2019Kompas.com/Setyo Adi BMW i8 Roadster di GIIAS 2019

"Tidak menutup kemungkinan karena di negara asalnya sudah ada. Kita akan update lagi prosesnya ke teman-teman media," ujar dia.

Adapun mengenai rencana produksi mobil secara lokal, pihak GMM masih belum dapat memastikannya. Sebab, untuk butuh waktu yang cukup untuk melakukan proyeksi jangka panjang agar mendapat nilai ekonomis sebelum memproduksi kendaraan.

Sehingga pada beberapa tahun ke depan, Audi masih akan fokus terhadap produk customize yang diimpor dari Jerman mulai dari eksterior sampai interiornya.

"Jadi demand-nya seperti apa, harus dilihat lagi sehingga kita bisa tahu apa yang bisa kita lakukan ke depannya," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.