Pro dan Kontra Darryn Binder, dari Moto3 Loncat ke MotoGP

Kompas.com - 09/11/2021, 16:21 WIB
Pebalap Moto3, Darryn Binder, resmi menjadi pebalap tim satelit Yamaha RNF MotoGP mulai musim 2022 AGIGI SOLDANOPebalap Moto3, Darryn Binder, resmi menjadi pebalap tim satelit Yamaha RNF MotoGP mulai musim 2022

JAKARTA, KOMPAS.com - Musim depan, tim WithU-Yamaha RNF akan memiliki Darryn Binder sebagai pebalapnya. Namun, insiden pada Moto2 Algarve menghadirkan pro dan kontra soal kedatangan Binder ke MotoGP.

Pebalap asal Afrika Selatan tersebut terlibat insiden dengan Dennis Foggia. Binder menabrak bagian belakang Foggia saat hendak menyalip.

Dampak dari insiden tersebut adalah Foggia kehilangan peluang untuk menjadi juara dunia Moto3. Selain itu, Sergio Garcia pun juga jadi gagal melanjutkan balapan. Binder pun langsung didiskualifikasi oleh pihak Race Direction.

Baca juga: Rahasia Joan Mir Bisa Naik Podium di MotoGP Algarve

Beberapa pebalap MotoGP meragukan Binder untuk musim depan. Sebab, prestasinya di Moto3 bisa dibilang tidak begitu kompetitif. Selama tujuh musim di Moto3, Binder hanya naik podium enam kali dengan satu kemenangan saja.

Tim Petronas SRT akan menjalani rebranding menjadi tim RNF MotoGP untuk MotoGP 2022 dengan diperkuat Andrea Dovizioso dan rider yang kini membalap di Moto3, Darryn Bynder.MOTOGP Tim Petronas SRT akan menjalani rebranding menjadi tim RNF MotoGP untuk MotoGP 2022 dengan diperkuat Andrea Dovizioso dan rider yang kini membalap di Moto3, Darryn Bynder.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aleix Espargaro, mengatakan, sebaiknya MotoGP mengadopsi format "Superlicence", seperti yang dilakukan di Formula 1 (F1).

Superlicence pada F1 awalnya dirancang untuk menghentikan pebalap yang memiliki uang banyak dibandingkan pengalaman atau prestasi untuk bergabung di grid. Meskipun, kondisi ini sudah berkurang selama 20 tahun lebih, karena lebih stabilnya keuangan di tiap tim.

Superlicence kembali dirombak setelah Max Verstappen masuk F1 pada usia 17 tahun dengan pengalaman hanya satu musim balap mobil.

Baca juga: Valentino Rossi Puas Raih Poin pada MotoGP Algarve

Sebagai bagian dari perubahan, ditentukan bahwa lisensi akan diberikan tergantung di mana pebalap finis di kejuaraan sebelumnya dengan nilai yang lebih tinggi. Contohnya, seorang pebalap harus mencapai sejumlah kredit pada balapan seperti F2 dan IndyCar sebelum masuk F1.

Francesco Bagnaia termasuk salah satu pebalap yang mendukung format Superlicence. Menurutnya, jika seorang pebalap punya hasil yang bagus, maka dia pantas untuk naik kelas.

"Apa yang kita lihat itu normal menurut saya, karena kita sudah lihat banyak kecelakaan seperti ini dari dia (Binder). Saya tahu ini tidak benar untuk mengatakan tentang pebalap lain, tapi pebalap ini tahun depan akan bersama kami dan dengan MotoGP lebih kencang dan saya harap ini tidak terjadi," ujar Bagnaia, dikutip dari Visordown.com, Selasa (9/11/2021).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.