Jadi Lembaga Pemberi SNI SPKLU, PLN Siap Genjot Infrastruktur KBLBB

Kompas.com - 28/10/2021, 14:31 WIB
SPKLU PLN PLNSPKLU PLN

JAKARTA, KOMPAS.com - PLN Pusat Sertifikasi (Pusertif), diklaim jadi lembaga pertama dan satu-satu saat ini yang memberikan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Kewenangan pemberian sertifikasi SPKLU oleh PLN Pusertif, diraih usai mendapatkan sertifikasi akreditasi perluasan lingkup SPKLU dari Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Sebelumnya, Kementerian ESDM dengan BSN telah merumuskan dan menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) terkait SPKLU dan baterai yang mengacu pada standar International Electrotechnical Commission (IEC)/International Organization for Standardization (ISO).

Bob Saril, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN mengatakan, dengan terbitnya SNI tersebut, maka setiap SPKLU yang terpasang harus terlebih dahulu dilakukan sertifikasi.

Baca juga: Antisipasi Libur Nataru, Pembatasan Mobilitas Bakal Berlaku Lagi?

"Saya mewakili jajaran direksi bangga kepada PLN Pusertif yang berhasil menjadi lembaga pertama yang meraih akreditasi dari BSN. Terima kasih juga untuk BSN yang memberikan kepercayaan Ke PLN Pusertif sehingga percepatan pembangunan infrastruktur KBLBB dapat kita kejar," ujar Bob dalam keterangan resminya, Kamis (28/10/2021).

SPKLU PLN pertama di Sulawesi TengahPLN SPKLU PLN pertama di Sulawesi Tengah

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut Bob menjelaskan, dengan adanya akreditasi tersebut, PLN Pusertif menjadi salah satu unit yang ditugaskan untuk menjalankan kegiatan sertifikasi di bidang ketenagalistrikan di PLN termasuk dapat melakukan sertifikasi produk (SPM/SNI) SPKLU.

Melalui akreditasi itu juga, PLN berharap bisa merangsan serta memacu percepatan penyediaan infrastruktur pengisian listrik untuk KBLBB. Salah sataunya penyebaran SPKLU.

"Dengan demikian, percepatan sertifikasi produk SPKLU dapat dilakukan secara mandiri. Serta mampu merangsang industriawan lokal untuk ikut berpartisipasi dalam pembuatan produk SPKLU yang berbasis bahan baku lokal dan dengan mutu yang terjamin sesuai SNI," kata Bob.

Sampai dengan sekarang, PLN sudah membangun 47 SPKLU dari total 187 SPKLU yang ada di Indonesia. Bob mengatakan, pihaknya menargetkan adanya tambahan 67 SPKLU hingga akhir tahun, sehingga total akan ada 114 SPKLU PLN.

Tak hanya itu, PLN juga sudah menghadirkan beragam program dan produk layanan guna merangsang ekosistem KBLBB di Indonesia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.