Kenapa Tabrakan Beruntun Kerap Terjadi di Lajur Kanan Jalan Tol?

Kompas.com - 28/10/2021, 14:22 WIB
Beredar di media sosial video yang memperlihatkan beberapa mobil nyaris alami tabrakan beruntun di tol Jakarta-Cikampek, arah Jakarta, tepatnya di km 7.
instagram.com/dashcamindonesiaBeredar di media sosial video yang memperlihatkan beberapa mobil nyaris alami tabrakan beruntun di tol Jakarta-Cikampek, arah Jakarta, tepatnya di km 7.

JAKARTA, KOMPAS.comJalan tol biasanya terdiri dari tiga lajur, kiri, tengah, dan kanan. Lajur kiri dibuat untuk kendaraan yang lambat, tengah untuk yang lebih cepat, dan kanan khusus untuk mendahului.

Jika diperhatikan, lajur kanan di Indonesia masih digunakan sebagai lajur biasa, bukan untuk mendahului saja. Jadi lajur kanan ini cukup ramai antreannya serta berkendara dalam kecepatan yang tinggi.

Efeknya, kecelakaan tabrakan beruntun bisa dibilang sangat sering terjadi di lajur kanan. Sedangkan di lajur lainnya, jarang terdengar ada kecelakaan tabrak belakang.

Baca juga: Antisipasi Libur Nataru, Pembatasan Mobilitas Bakal Berlaku Lagi?

Ilustrasi jaga jarak aman 3 detikivanhumphrey.blogspot Ilustrasi jaga jarak aman 3 detik

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia mengatakan, memang benar kalau di lajur kanan sering terjadi kecelakaan tabrakan beruntun dan ada alasannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Hal itu dikarenakan kecepatan kendaraannya yang relatif tinggi dan rata-rata kemampuan para pengemudi di Indonesia dalam mengantisipasi masih rendah,” ucap Sony kepada Kompas.com, belum lama ini.

Mungkin hal ini sering dilakukan pengguna jalan tol, yaitu melewati batas kecepatan maksimal. Apalagi kebiasaan pengemudi di Indonesia yang tidak tahu apa petingnya jaga jarak aman ketika menyetir di jalan tol, tabrakan beruntun pun jadi mudah terjadi.

Baca juga: Hasil Investigasi KNKT Soal Truk Trailer Mundur di Tol Banyumanik

“Alasannya kalau jaga jarak tiga detik, pasti lajurnya diserobot orang lain. Padahal pengetahuan mereka dalam membaca risiko bahaya di bawah rata-rata. Lihat saja masih sering terjadi kecelakaan beruntun,” kata Sony.

Tabrakan beruntun bukan kecelakaan yang punya risiko kecil. Ketika tidak menabrak mobil di depannya, segera cek spion dan bisa jadi malah ditabrak dari belakang.

“Itu kenapa kecepatan kendaraan tidak boleh berlebih dan harus sesuai dengan lajurnya. Biasakan gunakan lajur kanan hanya untuk mendahului, maksimal dihitung 20 menit di lajur kanan, kemudian kembali ke lajur semula,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.